Miliki Istri Cantik dan Setia, Mengapa Lelaki Masih Cenderung Suka Berselingkuh, Yuk Simak Penjelasannya!

Berita Aktual-Berita Lifestyle, Dalam membina suatu hubungan tidak ayal terkadang ada muncul yang namanya prahara dalam sebuah pernikahan, seperti misalnya saka masalah yang menyangkut kesetiaan yang merupakan benteng pertahanan dan hal ini juga menjadi sesuatu hal yang sering diuji antar pasangan.

Komitmen untuk bisa selalu hidup bersama akan terus kokoh karena adanya satu sama lain yang dapat terus menjaga kenyamanan. Namun, hubungan ini bisa saja menjadi goyah akibat adanya godaan yang sering kali ditujukan pada pihak kaum lelaki seperti misalnya godaan untuk berselingkuh, baik yang direncanakan maupun tidak disengaja.

Dan hal semacam ini selalu menjadi duri dalam daging, apabila untuk yang namanya pernikahan yang telah dibina sangat lamia, alhasil sering kali adanya gejolak seperti kehilangan rasa nyaman terhadap pasangan, baik itu dalam berkomunikasi maupun yang namanya berhubungan seksual. Meski terkadanya hati istri diibaratkan seperti malaikat atau wajah istri secantik bidadari, apakah semua itu menjadi sebuah jaminan bagi seorang suami untuk tidak akan bermain hati dengan wanita lain?

Berdasarkan hasil informasi dari Psikolog klinis yakni Pingkan Cynthia Bella Rumondor, M.Psi, menyatakan bahwa umumnya perselingkuhan bisa terjadi karena adanya kelonggarnya sebuah komitmen.

“Menurut saya, selingkuh itu dapat terjadi karena sangat rendahnya komitmen dengan pihak pasangan,” ungkap Pingkan seperti yang dirangkumkan pada Kamis (18/01/2018).

Dan berikut ini ada beberapa pemicu mengapa seorang suami bisa tergoda untuk berselingkuh:

1). Tidak merasa puas dengan hubungan yang telah dijalani

2). Adanya kesempatan alternatif lain yang lebih menarik dan memberikan pengertian lebih sehingga sangat berpotensi untuk dijadikan pasangan mereka dalam sebuah hubungan

3). Investasi yang minim dalam suatu hubungan (enggak terlalu banyak berkorban).

Sehingga bisa disebutkan akan ada banyak faktor yang sering kali membuat sebuah hubungan rumah tangga yang awalnya adem ayem menjadi berantakan. Pada kasus kekinian sekarang, suami cenderung lebih suka curhat panjang lebar lewat telefon atau WA misalnya pada rekan perempuan lain yang bisa setia mendengar keluhan mereka ataupun dengan mantan pacarnya. Niat yang awalnya hanya untuk melakukan pertemanan tanpa dissadar menimbulkan kenyamanan satu sama lain sehingga hal ini menjadi suatu hal yang patut untuk dihindari.

untuk memberikan tips solusi pemecahan masalah yang ada, Psikolog jebolan Universitas Indonesia ini pun menegaskan agar semuanya kembali lagi kepada komitmen hubungan pernikahan, dan untuk memberikan rasa kebersamaan itu kembali, maka setiap pasangan dapat mencoba kegiatan secara bersamaan, supaya keduanya merasa jauh lebih dekat dan puas, dan tentunya jangan pernah egois antara yang satu dengan yang lainnya, sesekali mengalah antara satu dengan yang lainnya agar hubungan bisa kembali harmonis.