Salah Satu Tersangka Otak Pembunuhan Driver Go-Car Berstatus Mahasiswa Unsri Serahkan Diri ke Kantor Polisi

Berita Aktual, Berita Nasional – Salah seorang otak perampokan yang disertai pembunuhan terhadap driver GO-CAR, yakni Tri Widyantoro (44tahun) akhirnya sudah menyerahkan diri ke kantor polisi. Pelaku tersebut bernama Tyas Dryantama (19tahun) yang mana merupakan seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi Pembangunan Universitas Sriwijaya (Unsri) di Palembang.

Tyas yang kni sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut diantarkan langsung oleh ayahnya, Rahmat Kosamsi (50tahun) ke Mapolda Sumsel, pada Sabtu (31/03/2018) malam. Mereka juga berangkat bersama dari rumahnya yang ada di Desa Mulya Jaya, Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel.

Dari pihak Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara juga telah menjelaskan bila dalam kasus tersebut, tersangka Tyas berperan sebagai otak perampokan. Dirinya yang menyuruh tersangka Poniman (tewas ditembak polisi) untuk membuat akun GO-JEK sebagai akses cara untuk memesan taksi online. Lalu kemudian pesanan diterima oleh korban dari Jalan Kapten Anwar Arsyad, Pakjo, Palembang menuju Kenten Ujung, Banyuasin, pada Kamis (15/03/2018).

Ketika tengah berada di kebun sawit di Kecamatan Tanjung Kelapa, Banyuasin, Tyas pun langsung menyuruh tersangka Poniman dan Bayu menjerat korban dengan tali tambang dari arah belakang. Sementara tersangka Tyas yang duduk di depan kemudian membekap mulut korban hingga akhirnya tewas.

Kemudian, jasad korban pun dibuang ke semak belukar yang ada di Sungsang, Banyuasin, yang akhirnya ditemukan kini sudah menjadi tulang belulang, pada Jumat (30/03/2018).

“Tersangka Tyas sendiri sudah menyerahkan diri ke kantor polisi, dirinya diantar ayahnya,” ungkap Zulkarnain, pada Senin (02/04/2018).

Dari penyerahan diri tersebut, maka dari empat pelaku yang terlibat, polisi kini hanya tinggal memburu HK yang sebelumnya, petugas juga telah berhasil meringkus tersangka Bayu dan menembak mati Poniman karena berusaha untuk melarikan diri.

“Saya instruksikan anak buah saya, tangkap HK, disikat saja, hidup ataupun mati,” tandasnya.

Keterlibatan dari tersangka Tyas dalam aksi perampokan dan juga pembunuhan akan berujung atas pemberhentian dari kampusnya. Wakil Rektor I Unsri Palembang yakni Zainuddin Nawawi menegaskan tidak akan pandang bulu dalam memberikan sanksi bagi setiap mahasiswa yang melakukan tindak pidana kejahatan.

“Benar itu (tersangka Tyas) mahasiswa kami, semester dua. Dia pasti dikeluarkan dari kampus, surat pemberhentian sebentar lagi diterbitkan,” pungkasnya.