Perang Dangang Sangat Berpengaruh Pada Penjualan Harley-Davidson

Berita Aktual, Berita Otomotif – Perang dagang yang sudah di kompori Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mulai terlihat dampaknya pada pabrikan motor asal Amerika Harley-Davidson. Dikutipkan secara langsung dari CNN Business akibat dari perang dagang itu, Harley-Davidson juga membukukan penurunan penjualan dan pendapatan pada kuartal pertama di tahun 2019.

Hal tersebut terjadi karena AS, Uni Eropa dan China saling membuat tarif impor dari setiap barang yang masuk. Karena hal itu, saham dari Harley-Davidson tercatat mengalami penurutan hingga mencapai 2%.

Tapi setelah Trump membuat tarif impor untuk barang asal China, Uni Eropa dan China membuat pembalasan dengan menerapkan tarip yang serupa di setiap barang AS yang masuk.

Dimana dalam cuitan akun resmi Twitternya, Presiden AS Donald Trump mengatakan hal tersebut tak adil buat AS karena Harley-Davidson juga harus membayar tarif hingga 31% kepada Uni Eropa.

Di tahun lalu, Harley-Davidson telah berkomitmen untuk memenuhi permintaan dari Uni Eropa dengan memproduksi dari Thailand. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi biaya tarif yang begitu besar jika dibandingkan melakukan produksi di Amerika Serikat.

Target kinerja yang di buat Harley-Davidson juga tidak sesuai target. Pada kuartal I-2019 pendapatan tercatat sebesar US$ 1,4 Miliar, sementara laba bersih selama 3 bulan US$ 127,9 Juta. Perusahaan juga mengatakan penjualan ritel AS yang begitu lemat menjadikan angka penjualan produksi terus menurun di kuartal pertama.

“Harley-Davidson sudah berjuang untuk tarif di Uni Eropa, sekarang ini mereka harus membayar 31%. Mereka juga harus memindahkan produksi ke luar negeri untuk bisa mengimbangi pembayaran tarif yang akan dinaikkan hingga sebesar 66% pada tahun 2021. @mariaBartiromo itu tidak adil buat AS. Kami akan melakukan pembalasan!!”