Memeriahkan Hari Buruh di Monas Dengan Teatrikal dan Dangdutan

Berita Aktual, Berita Nasional – Masah buruh kembali memenuhi jalan sekitar Patung Arjuna Wijaya atau Patung Kuda sedari pagi tadi untuk merayakan Hari Buruh. Perayaan tersebut diisi dengan bermacam aksi mulai dari aksi teatrikal sampai berbagai hiburan lainnya.

Di Patung Kuda, terdapat lebih dari lima serikat berkumpul. Mereka datang dengan mengenakan seragam dan artibut masing-masing serikat.

Acara pun dimulai dengan orasi tuntutan. Meski disampaikan secara terpisah, tapi mereka memiliki tujuan yang sama yang berhubungan dengan Peraturan Pemerintah No 78 tahun 2015.

Di samping tuntutan tersebut, mereka juga melakukan berbagai aksi seperti tatrikal yang dimainkan oleh organisaasi gabungan Front Perjuangan Rakyat (FPR). Koordinator FPR Rudi HB Daman menyampaikan aksi teatrikal tersebut memaknai kondisi dari masyarakat Indonesia sekarang ini.

“Teatrikal tersebut menunjukkan bentuk dari ekspresi yang menggambarkan bagaimana situasi masyarakat Indonesia dari berbagai sektor dan bagaimana memperlihatkan kondisi konkret dan tuntutan dari mereka,” pungkasnya.

Rudi melihat kondisi rakyat di pemerintahan Jokowi tidak semakin baik juga. Pendapatnya, pemerintah sekarang ini tidak memperhatikan rakyat.

“Mereka ingin menjelaskan bahwa situasi kini dalam pemerintahan Jokowi itu bukan semakin baik dan dari teater itu menjelaskan perbaikan kesejahteraan itu tidak datang dari pemerintah, karena hakikatnya sekarang sudah nyata, pemerintahan sekarang yaitu pemerintahan anti-rakyat,” katanya.

Selain itu terdapat beberapa serikat lainnya, juga mengisi acara dengan memutar musik dangdut melalui pengeras suara. Bahkan tidak sedikit dari mereka berdiri dan turut berjobet sambil mengikuti irama musik dangfut tersebut.