Terlalu Sering Nonton Film dan Game Mempengaruhi Mengemudi Milenial

Berita Aktual, Berita Otomotif – Sebuah survei terhadap 1.000 pengemudi memperlihatkan efek dari remaja menonton film dan bermain game terhadap tingkah mengemudi mereka. Setidaknya ada 40% di antaranya menyampaikan video game memberikan pengaruh bahwa mengemudi secara ugal-ugalan itu terlihat keren.

Sementara itu dari beberapa pengemudi merasa jika film dan serial tv tidak memberikan dampat yang begitu signifikan dalam berkendara yang berbahaya. Hanya ada 29% yang setuju bahwa perilaku dari pengemudi remaja memberikan pengaruh yang negatif oleh film seperti The Fast and The Furious.

Berdasarkan dari ahli pengemudi remaja, Young Driver menyampaikan film dan serial TV justru lebih berpengaruh terhadap pengemudi yang sudah berpengalaman. Hanya sebesar 10% remaja megakui bahwa dengan meyaksikan aski stunt mobil membuat mereka berpikir untuk mencobanya agar terlihat keren. Sedangkan angka lebih besar justru berpengaruh di usia 18-24 dari persentase 22%.

“Otak remaja masih terus berkembang sampai usia 20-an. Bagian otak yang terakhir berkembang yaitu otak bagian depan yang menjadi pusat kontrol. Otak bagian depan itu sangat diperlukan dalam pengendalian diri, pengambil keputusan, analisa resiko dan penolakan,” ucap pakar remaja, Nicola Morgan.

Morgan menambahkan remaja pada umumnya belum mempunyai kontrol penuh dalam mengambil sebuah keputusan dan emosi mereka. “Jadi, pada usaia 17 tahun, kebanyakan otak remaja masih belum berkembang sepenuhnya untuk bisa mengambil keputusan dan mengontrol emosi mereka, termasuk dengan pengambilan resiko. Jika mereka mempunyai mindset pengambilan resiko, mereka akan mengawalinya dengan kesenangan daripada bahaya,” pungkas Morgan.

Ahli mengemudi, Quentin Wilson juga menambahkan bahwa si remaja yang belum banyak diterpa film dan game lebih menerima pesan mengenai safety driving dariapda mengemudi secara ceroboh. “Kita belum mengetahui efek dari video game seperti GTA dan Need For Speed pada perilaku mengemudi remaja karena belum ada riset yang rampung terhadap masalah itu. Dari Young Driver kita akan menyaksikan beberapa anak-anak yang belum terpengaruh oleh film dan game yang menunjukkan dampak buruknya dala mengemjudi lebih mudah menerima pesan safety driving,” sambungya.

Riset tersebut menunjukkan remaja yang sudah lulus ujian mengemudi di Young Driver mempunyai kemungkinan kecelakaan yang kecil dalam 6 bulan pertama pasca kelulusan. Sebaliknya justru 1 dari 5 mengemudi mengalami kecelakaan dalam sebulan pertama mereka mengemudi.