Rupiah Indonesia Semakin Meningkat Dan Dollar AS Akan Menurun.

Beritaaktual.Net-,Jakarta Pusat, Bahwa dalam pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo waktu Sabtu lalu bahwa dalam pertemuan tersebut tidak hanya membahas tentang kesejaterahan masyarakat namun dalam pertemuan tersebut mereka juga membahas tentang akan meningkatkan harga mata uang Rupiah. Namun dalam pembahasan tersebut usaha tidak hanya sia-sia, bahwa Mata Uang Rupiah sedang naik sekitar 0,42% jika di hitung poin politik berarti sudah ada tambah 59 poin.

beritaaktual.net

Di perkirakan bahwa antar-bank jakarta nilai tukar kurs dollar sudah menurun dari awal Rp 14.000 per 1 dollar nya sekarang menjadi Rp. 13.949 per 1 dollar AS, dibandingkan dengan bulan lalu Per 1 Dollar AS nya bisa mencapai¬† Rp. 14,008. Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengatakan, bawhwa meningkatkan rupiah dipengaruhi faktor eksternal dan juga pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto pascaberakhirnya pilpres. “meningkatnya rupiah didorong sinyal dovish The Fed dan kondisi politik domestik yang semakin kondusif,” ujar Arya.

Menurutnya, pekan ini pergerakan rupiah justru akan dipengaruhi sentimen domestik yaitu pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang ditunggu para pelaku pasar. Kami perkirakan BI akan cut 25 basis meningkatnya poin jadi 6 persen,” kata Arya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin ini menunjukkan, rupiah meningkat menjadi Rp 13.970 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.085 per dolar AS.

Pekan ini sendiri, lanjut Rully Arya Wisnubroto sentimen dari eksternal terutama Amerika Serikat tidak akan terlalu banyak berpengaruh terhadap nilai tukar karena tidak ada rilis data terbaru.

 

Dan Presiden dan para anggota anggota Dewan Indonesia sedang merundingkan untuk lebih meningkatkan harga mata uang Rupiah indonesia dan juga sedang membahas tentang kepedulian terhadap masyarakat bangsa Indonesia.