Solusi Risma Terkait Sampah Di DKI Jakarta Saat Ini

Beritaaktual.net, Berita Nasional – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma menyarankan agar pemerintah provinsi DKI Jakarta membangun tempat pengolahan sampah di tengah kota sebagai solusi saat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat yang akan segera ditutup.

Risma sangat prihatin dengan kondisi TPST Bantargebang yang mungkin akan tutup pada 2021 karena volume sampah yang terus bertambah.

“DKI Jakarta itu kan punya uang dalam pengelolahan kota, seharusnya bisa buat tempat pengolahan sampah di tengah kota. Kalau teknologinya benar, ndak bau itu. Di negara maju juga di tengah kota itu dan tidak bermasalah” ujar Risma saat ditemui di gedung Trans Media, Jakarta, Rabu (31/7).

Pemprov DKI tidak membutuhkan lahan luas dalam melakukan pembangunan tempat pengolahan sampah. Dengan perkiraan estimasi volume sampah 2.000 ton per hari, maka lahan yang dibutuhkan sekitar dua hektar di daerah DKI.

Untuk membangun sebuah tempat pengolahan sampah diprediksi menghabiskan sekitar biaya Rp4 triliun. Menurut Risma, Pemprov DKI dapat memanfaatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang mencapai Rp17 triliun untuk membiayai anggaran pembangunan tempat tersebut dan masih memiliki sisa Rp.8 triliun.

Sementara Risma menilai saat ini beban TPST Bantargebang sudah terlalu berat karena volume sampah yang diangkut dan dikirim kan ke TPST Bantargebang per hari mencapai 7.500 ton.

Dikhawatirkan jika permasalahan ini tidak diatasi maka akan menjadi masalah yang berimbas pada masyarakat Ibukota DKI Jakarta.

Sejauh ini Pemprov DKI sudah membangun satu di daerah Sunter dan rencananya akan di bangun lagi di Cilincing, Jakarta Utara; Rawa Buaya, Jakarta Barat; dan wilayah Jakarta Selatan.