Gubernur jakarta (Anies Baswedan) Saling Sindir Dengan Mantan Gubernur Jakarta(Ahok) Tentang Reklamasi

Beritaaktual.Net-,DKI Jakarta— Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, Saling serang melalui media sosial/media massa terkait tentang reklamasi di jakarta. Yang diketahui bahwa persaingan tersebut sudah berlangsung lama, yang sebelum pergantian masa jabatan tersebut terjadi.

Serangan itu berupa saling sindir satu sama lain dalam kesempatan berbeda. Anies merasa sebal lantaran Peraturan Gubernur (Pergub) No 206 Tahun 2016 tentang Panduan Rancang Kota (PRK) dikerjakan sebelum dia menjabat.

Menurut Gubernur jakarta tersebut bahwa Ahok merupakan orang yang sosoknya sangat cerdik dan pandai untuk mencari kesalahan seseorang hanya dengan melihat seseorang tersebut dari sekecil semut saja. Dan Jika Saya berkunjung ke Pulau D atau Pantai Maju sudah di bangun sekitar ratusan bangunan yang sudah berdiri tegak,bahkan sudah ramai pengunjung dan penjual di bagunan tersebut jika saya gusur pasti sangatlah sulit karena di sana sudah banyak orang yang berkunjung dan berjualan di sana.

Anies mengaku tak bisa menggusur ratusan bangunan itu lantaran Pergub 206 Tahun 2016 tentang Panduan Rancang Kota (PRK) sifatnya surut atau mengikat. Yang bisa dibongkar bila (pengembang) tidak mengikuti ketentuan tata kota,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta Pusat , Jumat (02/08).

http://www.beritaaktual.net

Makanya dari itu saya bisa sebut Ahok itu sangat cerdik bukan bijak ujar Anies Baswedan yang di kutip oleh Beritaaktual.Net.

Tidak terima dengan sendiri tersebut Mantan Gubernur Jakarta(ahok) juga angkat bicara bahwa Anies Baswedan sangatlah pandai ngomong. Ahok mengatakan, Pergub 206 Tahun 2016 tidak bisa dijadikan dasar hukum menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), karena Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) masih digodok di meja DPRD DKI.

Ahok juga mengatakan bahwa aku pendukung reklamasi untuk dapatkan dana pembangunan DKI yang bisa mencapai di atas Rp100 triliun, dengan kontribusi tambahan 15 persen NJOP setiap pengembang jual lahan hasil reklamasi,” jelas Ahok Jumat (02/08).

Sindir sindiran tersebut juga langsung menbanjiri komentar dari media massa/media sosial, sehingga Direktur Eksekutif WALHI DKI Jakarta  Tubagus Saleh Ahmadi langsung angkat bicara bahwa kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok semua nya hanya untuk memajukan Bangsa Indonesia namun dengan cara berbeda saja,jadi tidak perlu negatif ke-2 pihak,ujar Tubagus di hubungi oleh Beritaaktual.Net Jakarta,pada Jumat (02/08).