Kabut Asap Selimuti Sejumlah Daerah Kalimantan Akibat Kebakaran Hutan

Beritaaktual.net, Berita Nasional – Kota Pontianak masih diselimuti oleh asap pekat akibat terjadinya kebakaran hutan di wilayah di Kalimantan Barat, Selasa (13/8) pagi. Kabut asap membuat jarak yang terlihat menjadi 100 hingga 200 meter.

 

Masyarakat mengeluhkan dengan kondisi tersebut dan khawatir akan berdampak pada kesehatan.

“Ketika menuju ke masjid untuk salat Subuh, sangat tercium bau asap ,” kata warga yang tinggal Parit Mayor, Pontianak, Tomi, Selasa (12/8) seperti dilansir dari Antara.

Tomi mengatakan khawatir dengan kesehatan para anggota keluarganya. Hal ini lantaran sejumlah warga sudah ada yang mengalami gangguan radang tenggorokan.

Toni mengatakan kondisi ini sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Sama seperti beberapa daerah lainnya, Kalimantan Barat juga belum diguyur oleh hujan. Dan kondisi kemarau berkepanjangan membuat lahan gambut mudah terbakar atau dibakar oleh pembukaan lahan.

“Saya jadi trauma dengan kabut asap seperti beberapa tahun lalu. Saya tidak ada hal itu terulang,” katanya.

Sebelumnya, telah terjadi kabut asap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak meliburkan aktivitas belajar sekolah ditingkat TK dan SD mulai tanggal 13 hingga 14 Agustus 2019.

Kebakaran yang terjadi di Kalimantan Barat diketahui melibatkan puluhan tersangka pembakaran hutan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Kalbar Komisaris Besar Donny Charles Go mengatakan bahwa pihaknya telah menangkap 21 tersangka dari 17 kasus pembakaran hutan.

“Tersangkah ada di tiga polres, yaitu Polresta Pontianak, Polres Mempawah dan Polres Bengkayang dan masing masing ada tiga kasus, sementara polres lainnya ada sekitar satu hingga dua kasus,” ungkapnya, Senin (12/8).

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan telah memanggil 94 perusahaan yang terkait membakar lahan di kawasan konsesi milik perusahaan.

“Ke-94 perusahaan ini adalah perusahan dengan total 56 perkebunan, 38 Hutan Tanam Industri. Mereka dipanggil karena di sekitar lokasi konsesi yang mereka kelola terdapat titik api,” kata Sutarmidji di Pontianak, Senin (12/8)

Pemanggilan 94 perusahaan karena adanya terindikasi membakar lahan berdasarkan pantauan titik panas dari satelit Lapan beberapa waktu lalu. Awalnya, hanya sekitar 10 perusahaan yang akan dipanggil, namun Sutarmidji menyatakan, jumlah bertambah sehingga kemarin dipanggil 94 perusahaan tersebut.