Mahkamah Konstitusi Menolak Gugatan Dari Keponakan Prabowo Subianto

Beritaaktual.net, Berita Nasional – Mahkamah Konstitusi akhirnya menolak gugatan di sengketa pileg yang diajukan oleh caleg Gerindra dapil DKI Jakarta 3, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang juga merupakan keponakan dari Prabowo Subianto. Gugatan itupun dinilai telah melewati tenggat waktu dari pengajuan perbaikan sengketa pileg 2019 di MK.

“Permohonan dari pemohon sepanjang dapil DKI Jakarta 3 yang diajukan telah lewat tenggat waktu. Maka menyatakan permohonan tidak dapat diterima atau ditolak,” ujar Ketua MK Anwar Usman saat membacakan amar putusan di ruang sidang MK, Jakarta, Rabu (7/8).

Selain gugatan dari Saraswati, MK juga menolak gugatan Gerindra di dapil Jakarta 2. Menurut hakim, Gerindra tak menjelaskan secara jelas kesalahan penghitungan yang dilakukan oleh KPU selaku termohon di dapil Jakarta 2.

“Hal ini membuat Mahkamah tidak memahami keinginan dari pemohon karena posita dan petitum tidak sama. Permohonan yang dibuat tidak jelas,” kata hakim anggota Saldi Isra.

Dalam gugatan, Gerindra mengklaim telah kehilangan suara sebesar 29.556. Hal ini diketahui dari penetapan KPU atas perolehan suara Gerindra di dapil DKI Jakarta III sebesar 344.131 suara. Sedangkan menurut Gerindra, suara yang didapat seharusnya 373.687 suara.

Dari jumlah suara tersebut, ada sekitar 4.158 suara yang dimilik Saraswati yang hilang karena perbedaan suara yang siginifikan dengan caleg DPRD Dapil Koja, Cilincing, dan Kelapa Gading, di Jakarta Utara atas nama Andhika.

Akibatnya kehilangan suara tersebut Gerindra kehilangan satu kursi untuk menuju DPR RI. Padahal semestinya partai berlambang burung garuda itu bisa mendapatkan dua orang yang lolos ke parlemen, termasuk Saraswati.