Akibat Kebakaran Di Hutan Sampit (KALTENG) Membuat Kabut Asap Di Sampit Menjadi Semakin Parah

Beritaaktual.net,Sampit– Kondisi kabut asap akibat kebakaran lahan di Sampit, Kalimantan Tengah, semakin parah. Kondisi tersebut sangat mengganggu masyarakat. Pagi ini jarak pandang di sekitar Bandara H Asan hanya 50 meter,” ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Haji Asan Sampit Nur Setiawan di Sampit, Jumat (06/09).

Sekitar pukul 6 pagi WIB, kabut asap semakin memburuk, yang membuat jarak pandang menjadi sangat singkat. Di beberapa bagian kota, seperti Jalan HM Arsyad, Sudirman dan Achmad Yani, jarak pandang hanya sekitar 10 hingga 20 meter.Kawasan Sungai Mentaya juga diliputi asap tebal. Bahkan kawasan seberang sungai tidak terlihat lantaran tertutup tebalnya asap kebakaran lahan.

http://www.beritaaktual.net

Kebanyakan orang aktif memilih untuk menggunakan masker untuk mencegah penghirupan asap bercampur debu dari kebakaran lahan. Untuk menghindari kecelakaan di jalan, pengendara menyalakan api dan mengurangi kecepatannya. Tidak terkecuali di sungai, pengendara juga mengurangi kecepatannya karena jarak pandang yang aman hanya sekitar 30 meter.

Hingga pukul 07.30, kabut masih cukup tebal. Beberapa sekolah, seperti SDN 3 Mentawa Baru Hulu, meminta siswa mereka untuk mengenakan topeng dan tidak berada di luar ruangan agar tidak terpengaruh oleh kabut asap.

Kemungkinan (asap) ini cukup panjang, terlepas dari kenyataan bahwa ada banyak titik api di sekitar kota Sampit, termasuk di wilayah selatan yang mengeluarkan asap dan bergerak dari utara ke utara,kata Setiawan .

Kotawaringin Timur, Bupati Supian Hadi, telah meminta semua kecamatan, lurah dan pemimpin desa untuk mengoptimalkan upaya mereka untuk mencegah dan memerangi kebakaran. Di saat seperti ini, kebakaran lahan dan kabut parah harus dihindari.

Saya mohon seluruh masyarakat untuk tidak membakar tanah. Dampaknya sangat mengganggu bagi masyarakat luas, baik itu kesehatan, pendidikan, atau kegiatan ekonomi, “ujar Supian.

Dia mengundang masyarakat untuk membantu Satgas Kebakaran Hutan dan Kebakaran Hutan menangani situasi ini sehingga kebakaran bumi dan asap dapat segera diselesaikan. Partisipasi dan perawatan masyarakat diperlukan untuk memastikan bahwa semuanya berjalan sesuai harapan.