Golkar Akan Tetap Terus Memperjuangkan Kursi Ketua MPR

Beritaaktual.Net, Jakarta Ketua Partai Golkar, PDP Airlangga Hartarto mengatakan, partainya terus memperjuangkan posisi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia untuk 2019-2024. Airlanga juga berpikir bahwa Golkar akan mendapatkan kursi kepresidenan. Airlangga menanggapi hal ini setelah semua fraksi DPR setuju untuk merevisi undang-undang 2018 tentang MPR, DPR, DPO dan DPRD (UU MD3) sesuai dengan jumlah kursi yang dipimpin oleh MPR. . “Mendapat kursi di Golkar di Parlemen adalah hal yang sangat baik, kami akan berjuang untuk mendapatkannya (Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia),”ujar Airlangga di Kompleks Parlemen dikutip Beritaaktual.net Selasa (10/09).

Dia menambahkan bahwa semua fraksi RDP, termasuk Golkar, setuju dengan struktur kepemimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk periode 2019-2024, yaitu presiden Majelis Permusyawaratan Rakyat dan sembilan wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia

http://www.beritaaktual.net

 

Airlangga mengatakan saat ini sudah ada nama kader Golkar yang akan diajukan menjadi Ketua MPR RI. Namun, ia enggan menyebutkan nama tersebut.

Sebelumnya, sidang paripurna RPR-RPD pada Kamis (5/9) menyetujui revisi undang-undang tentang MD3, terkait dengan jumlah pemimpin RDP-MPR. Dalam draf undang-undang yang direvisi tentang MD3, Pasal 15 (1) menyatakan bahwa jumlah pemimpin MPR mencakup satu kursi dan tidak lebih dari sembilan wakil ketua MPR.

Kemudian, dalam Pasal 15A, ayat (1) menetapkan bahwa kepemimpinan akan dipilih dari antara dan oleh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam sebuah majelis permanen yang berasal dari faksi dan / atau kelompok anggota pertemuan dalam sidang paripurna. Pasal 15A (3) menyatakan bahwa setiap fraksi dan kelompok anggota dapat mencalonkan seorang calon untuk kepemimpinan MPR.