Kecelakaan Di Tol Cipularang Yang Membuat Kemenhub Harus Turun Tangan Untuk Lakukan Evaluasi

Beritaaktual.Net,Jakarta — Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menyatakan keprihatinan atas kecelakaan yang terjadi selanjutnya di jalan tol Cipularang di Jawa Barat. Menurutnya, harus ada evaluasi mendasar di luar pengendara yang tidak menghormati aturan sirkulasi.Oleh karena itu, saya menagih Direktur Jenderal Perhubungan Darat dan NTSC untuk mengevaluasi apa yang telah dilihat dan yang tidak mematuhi aturan, dll. ujar Budi dikutip Beritaaktual.Net gedungĀ  Kemenkopolhukam di Jakarta Pusat, Selasa (3/9).

Dia juga diminta untuk bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengenai perencanaan geometri atau penyelarasan jalan. Budi mengaku telah menugaskan stafnya untuk tugas-tugas yang berkaitan dengan teknis struktural.

Menurutnya, Kementerian Perhubungan juga akan melakukan analisis. Selain itu, kecelakaan sering terjadi di KM 90. Dia menambahkan bahwa analisis harus berlangsung seminggu.http://www.beritaaktual.net

Budi menjelaskan, kecelakaan di jalan tol Cipularang, yang menewaskan 7 orang, menyebabkan 2 masalah. Pertama, masalah disiplin kecepatan yang melampaui aturan.

Yang kedua menyangkut kelebihan atau kelebihan yang menyebabkan stabilitas kendaraan. Namun, kata Budi, biaya tambahan ini terkait dengan ekspor. Karenanya, terlepas dari pengaturan Mei ini, kelebihan tidak seharusnya ada lagi,ujar Budi di wawancara Beritaaktual.net .

Menurut Budi, setidaknya Kemenhub dapat menyatakan bahwa ada perawatan untuk mobil yang kelebihan muatan. Untuk alasan ini, Kementerian Perhubungan akan membahas peraturan kelebihan beban dengan para pemangku kepentingan.

Dia menambahkan bahwa dalam minggu ini, Kementerian Perhubungan pasti akan merekomendasikan cara mengemudi yang lebih baik. Standar sudah ada, tetapi Kementerian Transportasi akan selalu menyediakannya.

Kemudian, Kementerian Perhubungan akan meminta Jasa Marga untuk melakukan perbaikan jika ada keberpihakan atau aliran yang tidak sesuai dalam aturan pembangunan jalan secara umum. Selain itu, Jasa Marga juga telah diminta untuk menyediakan sistem peringatan seperti lampu, agen interaktif yang penuh perhatian dan kemungkinan suara.