Dian Sastrowardoyo Dianggap Bodoh Bagi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly

Beritaaktual.Net,Jakarta– Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menanggapi kritik artis Dian Sastrowardoyo mengenai revisi KUHP. Yasonna heran dengan pernyataan Dian. Menurut dia, Dian tidak membaca ulasan lengkap KUHP, karena komentarnya tidak setuju dengan isi sebenarnya dari revisi KUHP. Yasonna menyarankan aktor ‘What About Love’ adalah membaca aturan terlebih dahulu sebelum komentar.

Dian Sastro tidak membaca hukum sebelum komentar, jadi terlihat bodoh. Apa yang disampaikan itu tidak seperti itu, tapi itu komentar dan begitu di mana-mana, kata Yasonna,Jakarta senin (23/09/2019).

http://www.beritaaktual.net

Cerita sotry  di Instagram Jumat (20/9), Story Dian Sastro mengunggah yang mengandung serangkaian artikel yang mengkritik revisi kontroversial KUHP. Salah satunya tentang korban pemerkosaan akan dipenjara 4 tahun jika Anda ingin menggugurkan janin adalah hasil dari pemerkosaan.

Yasonna membantah keras pemahaman Dian Sastro ini. Menurut dia, justru dengan adanya revisi KUHP, negara melindungi pilihan korban pemerkosaan yang hendak menggugurkan janin yang dikandungnya.

Jadi kalau di KUHP lama itu, justru korban perkosaan kalau menggugurkan langsung masuk (dipidana). Tapi, dengan adanya revisi KUHP, korban pemerkosaan diberi waktu 60 hari, lalu setelah dia berpikir misalnya dia mau menggugurkan, maka negara melindungi. Jadi justru tidak dipidana. Ini kan kesalahan pemahaman,ujar Yasonna.

 

Yasonna menyesalkan, banyak persepsi yang berkembang di masyarakat yang justru bertentangan dengan revisi KUHP tersebut. Ia mengatakan pemerintah akan memanfaatkan waktu untuk melakukan sosialisasi agar tak ada lagi salah paham mengenai beberapa pasal kontroversial di KUHP.

Ia kemudian juga menanggapi soal pasal kumpul kebo. Yasonna menegaskan bahwa pasal tersebut merupakan delik aduan. Artinya, pelaku bisa dipidanakan jika ada laporan keluarga. Artinya, laporan kepala desa harus atas izin keluarga.