Menurut JK (Jusuf Kalla) Ada 2 Hal Peninggalan Habibie Yang Sangat Penting Dan Tidak Boleh Dilupakan Bagi Indonesia

Beritaaktual.net,Jakarta– Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie, sebagai negarawan yang pantas menjadi teladan bagi generasi muda bangsa saat ini, untuk pekerjaannya di pemerintahan dan pengembangan teknologi.“Beliau telah menghabiskan waktunya untuk membangun bangsa ini dalam dua hal yang sangat penting, teknologi dan juga demokrasi bagi bangsa ini. Oleh karena itu, bagi kita jasa seorang negarawan harus menjadi panutan kita semua,” ujar JK di Kantor Wapres Jakarta, Kamis (12/9).

Menurut JK, tidak mudah bagi seseorang untuk dapat menjalankan tugasnya sebagai negarawan, serta mengabdikan dirinya di bidang teknologi. Namun, BJ Habibie dapat melakukan dua fungsi ini dengan benar.

http://www.beritaaktual.net

“Beliau mengabdikan dirinya dalam teknologi sekaligus juga negarawan. Tidak mudah menyatukan hal itu,” ujarnya.

JK juga mengagumi ide BJ Habibie untuk mengembangkan teknologi dan memperkenalkan teknologi kepada generasi muda.

“Saya mengenal beliau karena ide-ide beliau yang dulu banyak hal, termasuk dia sangat senang untuk memberikan penjelasan kepada generasi muda soal IPTEK,” ujarnya.

Sebelumnya, JK menyempatkan untuk menjenguk BJ Habibie di RSPAD Gatot Soebroto pada Selasa (10/9). Namun, saat itu JK tidak dapat berkomunikasi langsung dengan Habibie karena kondisi kesehatannya.

Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia Rabu (11/9), pukul 18.05 WIB, di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, dalam usia 83 tahun. Ketua Tim Dokter Kepresidenan RI, Azis Rani, mengatakan Habibie mulai dirawat di RSPAD Gatot Soebroto sejak 1 September 2019.

Selama menjalani perawatan medis, BJ Habibie ditangani tim dokter spesialis di bidang penyakit jantung, penyakit dalam, dan penyakit ginjal. Sebelumnya, Habibie sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Jerman karena mengalami kebocoran klep jantung.

Semasa hidupnya, BJ Habibie pernah menjabat sebagai Presiden ke-3 RI, Wapres ke-7 RI, serta Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia. BJ Habibie pernah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung dan Universitas Teknologi Rhein Westfalen (Rheinisch-Westflische Technische Hochschule) Aachen, Jerman, hingga meraih gelar doktor.