Kawanan polisi Bekuk Penculikan Dan Pemerkosa Di Cianjur

Beritaaktual.Net,Bandung– Kawanan penculik diperdagangkan perempuan untuk bertindak di Cianjur. Modus operandi yang digunakan sebagai asisten, selain menjual, tetapi juga melanggar.

keberuntungan yang mengerikan ini berlari disebut Rose (17), seorang gadis desa Angkola Sukajadi Desa, Kabupaten Kecamatan takokak Cianjur. Dia diculik, diperkosa oleh tiga pria sebelum dijual ke Jakarta sebagai pembantu.

http://www.beritaaktual.net

Wakapolres Cianjur, Komisaris Jaka Mulyana mengatakan Al diculik dari rumah neneknya di Kabupaten Cibinong oleh aktor dengan inisial JR (54 tahun). Korban dibawa ke rumah awak harapan dan ditahan selama 4 hari.

Korban selama disekap diperkosa secara bergiliran oleh JR, AH (44 tahun), dan ED (masih DPO),” ucap Jaka kepada wartawan Beritaaktual.net di Mapolres Cianjur, (Senin 07/10/2019).

Sabtu, Jaka mengatakan, korban dibawa ke Jakarta untuk dimasukkan JR bekerja sebagai ibu rumah tangga, tapi ditolak oleh majikan potensial sebagai kondisi bingung.

“Korban dikembalikan oleh majikan Anda, karena mereka tidak dapat bekerja benar-benar terlihat tertegun. Kemudian korban dibawa kembali ke rumahnya di Cianjur dan dipaksa berhubungan seks. Tapi dia menolak dan berhasil melarikan diri,” kata Jaka.

Saat kabur ke jalan, terang Jaka, korban bertemu dengan mobil patroli polisi dan mencegatnya. Korban pun dibawa langsung ke Mapolsek Cianjur.

“Menurut kesaksian korban, kemudian pergi setelah pelaku dan kami mengumpulkan dan AH JR. Sementara disfungsi ereksi masih mencari dan daftar orang yang dicari kami,” katanya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil memperoleh bukti pakaian korban, dua sepeda motor milik pelaku, lembar pendaftaran kendaraan, dan dua unit HP milik penulis.

 

“Tindakan penulis terjalin Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Tahun 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan perempuan dan anak-anak minimal 5 tahun penjara dan 15 tahun maksimum dan denda Rp 5 miliar, “ujarnya.