Kenangan Annisa Pohan Saat Tinggal Di Rumah DInas Yang Di Atasnya Banyak Biawak

Berita Aktual, Berita Lifestyle – Jakarta – Anisa Pohan punya kenangantersendiri saat tinggal di rumah dinas pertama sebagai istri seorang prajutit. Saat menempati rumah dinas tersebut, Agus Harimurti Yudohyono merupakan seorang perwira dengan pangkat Letnan satu.

Saya menikah dengan mas Agus tahun 2015 yang ketika itu aalah seorang perwira dengan pangkat Letnan satu dan memiliki jabatan pasiops kemudian komandan kompi, Dalam foto ini  adalah rumah dinas pertama mas Agus yang di tempati sejak tahun 2001dan menjadi rumah pertama kami bersama setelah menikah, Kenangan Annisa Pohan sebagai keterangan foto 17 Oktober 2019 lalu. Annisa menuturkan, Banyak sekali kenangan yang dan suami miliki di rumah tersebut. Karena dirumah itu pula pertama kali ia belajar menjadi seorang istri prajurit dengan suka dan dukanya. Termasuk ditinggal tugas oleh suami selama satu tahun dan harus tinggal dirumah tersebut sendirian karena belum memiliki Almira

Baca Juga : Ramalan Zodiak Bulan Oktober 2019, Karier Aquarius Sedang Diuji

 Dalam fota yang lain Annisa memperlihatkan lubang di plafon rumah yang ia huni. Menurut Annisa ada cerita khusus tentang asal lubang tersebut. Begini ceritanya: pd tahun 2006 Mas Agus mendapat tugas sebagai pasukan perdamaian ke Libanon selama satu tahun & saya wajib tinggal di asrama untuk membina para istri anggota prajurit di kompi kami. Pada waktu itu setiap malam sebelum saya tidur saya sering mendengar suara-suara dari atas plafon kamar saya, & pikiran saya saat itu adalah tikus,” Annisa. Semakin lama suara di atas makin ramai dan keras. ““wah jangan-jangan mereka beranakpinak diatas plafon ya?” tanya Annisa dalam hati. Akhirnya malam-malam dalam kesendirian ia pun sudah terbiasa tidur ditemani suara-suara yang ada di atas plafon tersebut.

 

Sampai akhirnya di akhir tahun 2007 Mas Agusyudhoyono kembali dari Libanon, kembali menempati rumah dinas bersama saya & tak lama saya pun hamil dan melahirkan @almirayudhoyono pada bulan Agustus 2008,” ungkap Annisa. Annisa mengatakan, kehidupan prajurit selalu berpindah-pindah. Pada 2009 suaminya dipindahtugaskan ke Brigade, saat itu Almira berusia sembilan bulan. Ketika saya sedang Berkemas mengepak barang-barang untuk pindahan, tiba-tiba saya mendengar suara keras sekali dari depan rumah kami, seperti ada sesuatu yang terjatuh dari atas genteng, kemudian saya refleks dari dalam rumah berteriak bertanya kepada anggota suami saya yang sedang membantu pindahan di depan rumah, “ada apa om? suara apa itu om? apakah ada yg jatuh dari atas?” Kemudian om tersebut menjawab, “ini Bu ada yang jatuh dari atas plafon, sepertinya biawak.” saya shock.

Tak lama ada ada suara kedua berbunyi gubrak Penasaran Annisa bertanya lagi kepada tentara itu.

Itu anak biawak bi nyusul ibunya kabur tidak sempat saya tangkap bu, Cepat banget larinya jawab si om tentara.

Baca Selanjutnya : Tren Kolam Ikan Di Saluran Air Pembuangan Jepang Mulai Di Tiru Indonesia