Warga Papua Meminta Kepada Pemerintah Untuk Informasi Isu Negatif Di Stop

Beritaaktual.Net,Papua– Kepala dari perwakilan Komisi Frits Ramandey Papua meminta para pengungsi yang tersisa di Wamena, Jayawijaya atau kota-kota lain diminta untuk tidak menyebarkan negatif nada gangguan informasi yang terkait pada Senin (23/9) lalu. Dia mengatakan informasi negatif akan memperburuk situasi di Wamena ketika kondisi tidak menguntungkan.

Jika ada di antara pengungsi yang menderita hidup sejenak, Anda tidak harus menyebarkan informasi atau berita yang bernada provokasi lagi, karena itu akan membawa perasaan baru dan dampak negatif lainnya.

http://www.beritaaktual.net

Dia khawatir bahwa informasi yang diberikan akan digunakan dan diinvestasikan kelompok pengungsi. Mengatakan berita yang tampaknya provokatif potensi yang sangat baik untuk memicu kekerasan fisik kekerasan, kebencian, dendam atau perasaan.

Frits meminta daerah dan pemerintah kota harus mencegah kelompok atau aktor yang dapat mengganggu masyarakat. Dia juga menyerukan untuk komunikasi yang tepat sehingga warga yakin bahwa kerusuhan tidak akan terjadi lagi dibuka.

Sejauh ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Departemen Informasi dan Komunikasi Papua telah diblokir dan membatasi akses ke Internet di paskakerusuhan Papua. Sementara di sisi lain, perusahaan Facebook Inc., Kamis (03/10), mengumumkan bahwa telah dihapus ratusan halaman, kelompok Facebook dan akun di empat negara, termasuk Indonesia.

Tindakan ini diambil karena sutradara untuk mengidentifikasi pelanggaran disebut sebagai ‘perilaku yang terkoordinasi tidak otentik’ a. Di antara mereka dihapus termasuk 100 rekening terkait Papua.