Harimau Serang Warga Akibat Ekspansi Lahan Tambang Di Sumsel

Berita Aktual, Berita Nasional – Hairul Sobri selaku Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau yang biasa di sebut dengan Walhi. Mengatakan bahwa ekspansi industri pertambangan dan perkebunan di wilayah Sumatera Selatan menjadi pemicu terjadinya kasuk penerkaman harimau sumatera.

Image result for tiger attack indonesia
Lebih tepatnya yang berada pada Kabupaten Lahat dan Kota Pagar Alam telah menganggu habitat harimau sumatera yang berakibat harimau keluar dari habitat aslinya dan masuk ke pemukiman warga.

Terhitung dari tahun 2010 hingga sekarang sudah ribuan lahan pertambangan yang berada di Bengkulu dan wilayah lainnya di sekitar habitat harimau sumatera dan hewan liar lainnya.
Ekpansi PTPN VII juga memicu terjadinya konflik antara harimau sumatera dengan warga sekitarnya.

Kerusakan ekosistem pada daerah hamparan Bukit Barisan, juga menjadi penyebab hewan liar yang keluar dari habitat aslinya ke pumukiman warga.
Yoan Dinata selaku Peneliti Forum Harimau juga mengatakan bahwa Ada beberapa faktor yang membuat harimau bertingkah buas terhadap manusia.
Panji Cahyanto juga menyebutkan ada dua wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang sudah menjadi lokasi empat penyerangan harimau, dua KPH tersebut bersinggungan dengan 2 habitat harimau, yaitu Bukit Dingin dan Jambul Nanti Patah.

Kawasan Bukit Dingin dan Jambul Nanti Patah dinilai sangat berbahaya karena harimau sumatera sudah beberapa kali menyerang masyarakat.
Sampai saat ini, sudah empat warga yang menjadi korban penyerangan harimau sumatera yang berada di lokasi hutan lindung. Dua orang berhasil selamat, sementara dua orang lainnya meninggal dengan mengenaskan.

Polisi pun menyarankan masyarakat untuk memakai topi terbalik ketika berada di area kebun agar mengelabui harimau sumatera tersebut.

Bersama kepolisian dan instansi lain yang terkait kami juga sudah memasang beberapa papan peringatan di sekitar lokasi kejadian agar masyarakat lebih waspada. Petugas kepolisian pun melakukan patroli rutin di beberapa wilayah yang dinilai rentan terjadinya konflik dengan harimau sumatera.

Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke petugas apabila ada tanda tanda kehadiran harimau sumatera.