Penangkapan Pembuat Senjata Ilegal Di Kota Lumajang

Berita Aktual, Berita Nasional – Irjen Luki Hermawan pun mengatakan, bahwa senjata ilegal yang dibuat tersangka AH yang berada di Kabupaten Lumajang telah dijual ke sejumlah daerah konflik di Indonesia.

Hasil gambar untuk senjata ilegal"

AH pun menjual senjata api rakitannya itu secara online. Senjata-senjata tersebut itu telah dijual ke 18 provinsi yang ada di Indonesia, termasuk di daerah-daerah yang sedang konflik seperti Papua, Maluku, Aceh, Sulawesi, dan Kalimantan ujar AH, saat memberikan keterangan kepada media terkait pengungkapan kasus perdagangan senapan ilegal tanpa izin miliknya.

Kapolda Irjen Luki Hermawan bersama dengan Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setiyawan dan Kapolres Lumajang AKBP Adewira Siregar sudah berhasil menggerebek sebuah gudang perakitan dan penjualan senjata ilegal jenis air gun dan airsoft gun yang terletak di Kabupaten Lumajang.

Menurut pengakuan AH senjata yang dibuatnya tersebut merupakan pesanan dari beberapa daerah yang sedang konflik yang ada di Indonesia seperti Aceh, Sumatera, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan Papua.
Senjata yang di buatnya tersebut di banderol seharga 3 juta hingga 23 juta, pengirimannya pun di lakukan secara online dan offline dengan melibatkan beberapa jasa pengiriman.

Tersangka AH sudah memproduksi sekitar 250 pucuk senjata ilegal, dengan karyawan sebanyak 5 orang sejak tahun 2015, dia pun mengatakan bahwasanya bahkan bahan baku yang digunakan untuk membuat senjata ilegal tersebut berasal dari luar negeri melalui pemesanan secara daring atau online.

Irjen Luki Hermawan pun mengimbau kepada para pembeli senjata ilegal buatan AH untuk segera mengembalikan karena senjata ilegal tersebut tidak memiliki izin, sehingga merupakan senjata ilegal.

Barang bukti yang ditemukan di gudang pembuatan tersebut sebanyak 40 pucuk senjata yang terdiri dari 20 pucuk senjata air gun untuk berburu dan 20 pucuk senjata air gun untuk lomba.