Teriakan Wuhan Jiayou Menggema di Langit China

Berita Aktual, Berita Entertainment – Sebuah video teriakan semangat beredar luas di media sosial negara China. Video viral tersebut menunjukan aksi warga Wuhan yang terisolasi akibat virus corona. Mereka berteriak dari jendela apartemen masing – masing.

 

Wabah virus corona yang menyerang negara China sejak akhir tahun lalu menyisakan duka mendalam bagi warganya. Sejak 23 Januari 2020, wilayah Wuhan yang diduga kuat menjadi pusat penyebaran virus corona, telah dikunci. Warga asli maupun penduduk luar dilarang melintas di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya penyebaran virus.

Virus corona baru pertma kali munculdi Wuhan, ibu kita dari provinsi Hubei. Banyak klaim yang menyatakan bahwa virus corona berasal dari ular dan kelelawar. Untuk diketahui, virus corona dapat menyebabkan penyakit pneumonia.

Sebuah pasar tradisional di Wuhan diduga kuat menjadi sumber dari penyebaran corona. Wabah diduga berasal dari pasar ikan atau pasar makanan laut Huanan. Saat ini pasar tersebut telah ditutup oleh pihak pemerintah. Hingga saat ini, para penduduk masih diisolasi. Mereka diminta untuk tetap di dalam rumah dan menghindari interaksi dengan publik guna mencegah penularan.

Tingkat kematian dari wabah dilaporkan terus mengalami peningkatan. Di tengah wabah yang terus mengancam, warga China yang terisolasi memiliki cara tersendiri untuk menguatkan mentalnya. mereka bahkan saling memberikan dukungan satu sama yang lain. Hal ini terlihat dari video yang kini sangat viral di media sosial.

Sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter @minhtngo pada Selasa (28/1/2020) menunjukkan aksi warga yang saling memberi semangat. Warga yang terisolasi di tempat tinggalnya masing-masing tampak saling berteriak untuk memberi dukungan kepada warga Wuhan lainnya. Dari jendela di apartemen, teriakan warga terus terdengar di berbagai sudut bangunan apartemen.

Mereka berteriak ” Whuahan, jiayou”

“Wow. People in Wuhan are self-quarantined because of the #coronavirus outbreak.

But, despite the adversity, the people have found a way to support one another & show solidarity. Here is video of residents chanting “Wuhan add oil” (“Whuhan, jiayou” 加油) out their windows.

Hingga berita ini dibuat, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 100 ribu kali. Kalimat “Wuhan jiayou” secara harafiah berarti “Wuhan, ayo (semangat)”.

Kalimat tersebut biasanya digunakan untuk menunjukkan sebuah dukungan.

Sementara itu, mengutip dari South China Morning Post, warga saling memberi teriakan semangat untuk tetap kuat. Warga bahkan juga menyanyikan lagu-lagu pahlawan.

Dilihat dari tayangan YouTube South China Morning Post, aksi tersebut dilakukan warga pada Senin (27/1/2020).

Hal tersebut dilakukan untuk menghibur satu sama lain. Wuhan merupakan ibu kota dari Privinsi Hubei yang memiliki jumlah penduduk mencapai 11 juta.

Dikutip beritaaktual dari South China Morning Post, hingga Rabu (29/1/2020) pagi, jumlah kasus virus corona meningkat tajam menjadi 5.974 di daratan China.

Virus corona hingga saat ini telah menyebabkan kematian 132 orang.

Otoritas keshatan China mengonfirmasi adanya 840 kasus baru di Provinsi Hubei. Sementara itu, total ada 6.052 kasus yang tersebar di seluruh dunia mulai dari Hong Kong hingga Australia.

Sebagian besar pasien yang meninggal berusia lebih dari 60 tahun. Seorang pakar medis China menyebut bahwa virus corona dapat ditularkan antar manusia melalui kontak dekat.