Kulit Merah dan Gatal, Gejala Baru Corona ?

Berita Aktual, Berita Kesehatan РMenurut penjelasan dokter Persatuan Nasional Perancis Dermatologis-Venereologis (SNDV) yang juga seorang  dokter ahli penyakit kulit dan menular seksual, virus corona dapat menyebabkan gejala dermatologis seperti kulit kemerahan, terasa gatal gatal bahkan menyakitkan.

http://www.beritaaktual.net/

Rumah sakit banyak menerima laporan khusus atas gejala ini yang terkena pada pasien COVID-19. Menurut siaran pers yang dilakukan oleh SNDV, mereka dapat muncul tanpa adanya gejala pernapasan. Kesimpulan ini dikutip dari Jerusalem Post pada Senin 13/04/2020.

Di whatsapp telah dibentuk sebuah group untuk mendiskusikan hal ini. Seminggu yang lalu menurut Le Figaro, DirJen Kesehatan Prancis Jerome Salomon ditanya mengenai masalah dermatologis, serperti kulit gatal gatal atau kemerahan apakah bisa menjadi gejala baru dari Virus Corona? Kemudian jawabnya , sepengetahuan saya, tidak.

Ia juga menambahkan, bahwa bagaimanapun tidak semua hal sudah dapat diketahui oleh virus tesebut. Namun pada aspek dermatologis sampai saat ini ia belum melihat adanya publikasi apa pun darii pihak pihak lain.

Tambahan dari Le Figaro, dalam sebulan terakhir ini telah ditemukan beberapa gejala yang mungkin berhubungan dengan virus corona, seperti munculnya tanpa gejala pernapasan.

Sebulan yang lalu. British Rhinological Society dan American Academy of Otolaryngology, mereka melaporkan bukti anecdotal yang menunjukkan bahwa hilangnya indra penciuman dan indra perasa juga bisa menjadi gejala dari virus corona.

Di kutip dari The New York Times, berdasarkan laporan yang dikumpulkan dari berbagai negara, telah terindikasinya bahwa sejumlah besar pasien Virus COVID-19 yang terbaru mengalami anosmia, kehilangan  indera penciuman dan ageusia.

Para medis juga tidak yakain akan penyebab kehilangan indera penciuman dan rasa pada pasien COVID-19. Di lansir dari Times, beberapa virus dapat menghancurkan sel atau reseptor sel di hidung manusia. Sementara itu yang lainnya dapat menginfeksi otak melalui saraf sensor penciuman manusia.

Virus corona bisa menyerang system saraf pusat, buktinya bebarapa kasus yang ditemukan bahwa terinfeksinya fungsi otak dapat membuat kegagalan pernapasan pada pasien COVID-19. Selain pasien tersebut juga mengalami masalah neurologis, kebingungan, stroke dan kejang kejang.