Sampai 1 Juni Angkasa Pura II Stop Penerbangan Komersil, Hanya Boleh Beroperasi Untuk Ini

Berita Aktual, Berita Nasional – Untuk periode 24 April s/d 1 Juni 2020, PT Angkasa Pura II tidak mengoperasikan seluruh bandara yang dikelolanya, baik pernerbangan penumpang terjadwal atau pun tidak terjadwal. Terkecuali untuk pernerbangan kargo dan beberapa penerbangan khusus. Sesuai dengan Peraturan MenHub no 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Lebaran , sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona.

http://www.beritaaktual.net/

Yado Yarismano selaku Vice Presiden of Corporate Communication PT Angkasa Pura II menjelaskan perusahaan memiliki 4 pilihan pola operasional  yang bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada. Saat ini Angkasa Pura II juga sedang berkordinasi dengan Kementeri Perhubungan tentang petunjuk pelaksanaan dan teknis yang kemudiannya akan disesuaikan dengan pola oprasional di semua bandara Indonesia.

Kini PT Angkasa Pura II telah mengelola 19 bandara di seluruh Indonesia, yaitu

  1. Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang),
  2. Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta),
  3. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang),
  4. Bandara Kualanamu (Deli Serdang),
  5. Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru),
  6. Bandara Silangit (Tapanuli Utara),
  7. Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang),
  8. Bandara Supadio (Pontianak),
  9. Bandara Banyuwangi,
  10. Bandara Radin Inten II (Lampung),
  11. Bandara Husein Sastranegara (Bandung),
  12. Bandara Depati Amir (Pangkalpinang),
  13. Bandara Sultan Thaha (Jambi),
  14. Bandara HAS Hanandjoeddin (Belitung),
  15. Bandara Tjilik Riwut (Palangkaraya),
  16. Bandara Kertajati (Majalengka),
  17. Bandara Fatmawati Soekarno (Bengkulu),
  18. Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh),
  19. Bandara Minangkabau (Padang).

Mesikpun operasional pernerbangan komersil diberhentikan sampai tanggal 1 Juni, namun bandara masih terus beroperasi untuk melayani 7 hal dibawah ini :

  • Penerbangan pimpinan lembaga tinggi Republik Indonesia & wakil/tamu kenegaraan, serta perwakilan organisasi internasional.
  • Repatriasi flight atau penerbangan khusus repatriasi untuk pemulangan warga negara asing ataupun warga negara Indonesia.
  • Penegakkan hukum, ketertiban dan juga pelayanan darurat.
  • Angkutan Kargo seperti kargo penting dan kargo esensial. Untuk pengangkutan kebutuhan alat medis, kesehatan, sanitasi dan pangan dapat menggunakan pesawat konfirgurasi penumpang yang mengangkut kargo di dalam kabing penumpang khusus.
  • Dalam rangka mendukung percepatan penangangan virus COVID-19 ini, operasional lainnya dapat beroperasi sesuai dengan izin dari Menteri.
  • Berfungsi sebagai bandara alternative, bial terdapat pesawat yang mengalami gangguan teknis dan operasional. Sebagai bandara untuk darurat mendarat.
  • Operasional penerbangan untuk pengangkutan sample infection substance virus COVID-19.