Stafsus Presiden Mendapat Tegur Keras dari Pihak Istana

Berita Aktual, Berita Nasional – Andi Taufan mendapatkan teguran keras dari Tenga Ahli Utama KSP (Kantor Staf Presiden) Dony Gahral Adian atas surat yang ia berikan kepada para camat daerah agar mendukung program relewan desa untuk melawan virus corona atau COVID-19.

Diketahui Andi Taufan adalah Staf Khusus (Stafsus) Presiden Jokowi. Selain menjadi stafsus presiden, Andi merupakan CEO dari PT Amartha Mikro Fintek. Surat tersebut berisi bahwa PT Amartha Mikro Fintek akan memberikan edukasi kepada warga mengenai virus corona dan mendata kebutuhan APD (Alat Pelindung Diri) di Puskesmas.

http://www.beritaaktual.net/

Donny mengatakan pihak bersangkutan sudah diberikan teguran agar tidak mengulangi kesalahannya lagi dan juga sudah meminta maaf secara terbuka.  Permasalahan ini sudah selesai, jadi kita bisa mengesampingkannya dan kembali fokus pada penanganan COVID-19.

Mengenai kritikan undur diri dari jabatan stafsus, Donny tidak ingin memberi komentar banyak. Menurutnya, permintaan undur diri tersebut tergantung dari keinginan yang berangkutan sendiri, dan yang berhak memberhentikannya hanya Presiden.

“Jadi untuk request undur diri kan adalah permintaan secara kesukarelaan kepada yang bersangkutan untuk mundur. Namun untuk permintaan pemberhentian ini tergantung Presiden. Mengapa harus presiden? Karena presiden memiliki hak prerogratif untuk memecat stafsusnya.

Dalam surat yang viral tersebut, CEO PT Amartha Mikro Fintek menjelaskan bahwa nantinya ada petugas lapangan yang memberikan edukasi virus corona kepada masyarakat di desa. Sebelumnya, dalam surat yang beredar tersebut, Andi menjelaskan bahwa nantinya akan ada petugas lapangan dari Amartha yang memberi edukasi COVID-19 kepada masyarakat di desa yang meliputi beberapa aspek.

Aspek tersebut meliputi gejala, cara penularan, dan pencegahan COVID-19 yang sesuai dengan protokol. Ini akan dimulai dari cara pola hidup sehat dan bersih hingga ke penerapan physical distancing/jaga jarak fisik. Petugas lapangan Amartha juga akan mendata kebutuhan APD pada setiap Puskesmas di desa dan untuk memenuhi kebutuhan itu, PT Amartha Mikro Fintek akan membiayainya.

Andi membenarkan akan beredarnya surat bernomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 yang ditanda tangani itu. Baginya surat tersebut bersifat informasi yang mendukungan program Desa Lawan COVID-19. Ini juga telah diresmikan oleh  Kemendes-PDTT (Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi). Andy bermaksud untuk berbuat baik dan bergerak cepat untuk membantu mencegah dan penanggulangan virus corona di desa.

Ia memberi dukungan langsung melalui tim lapangan Amartha dengan di bawah kepemimpinnya. Dan untuk biayanya akan dikeluarkan dari pihak PT Amartha Mikro Fintek dan donasi masyarakat. CEO Amartha pun berani menjamin kegiatan tersebut bisa dipertanggungjawabkan secara transparan dan dapat dipahami. Kegiatan yang di berikan ini dilakukan tanpa menggunakan anggaran negara, baik APB ataupun APBD.