Untuk Para Perokok Rentan Terkena Virus Corona

Berita Kesehatan – Merokok bukan cuma dapat merusak paru-paru tapi juga bisa membuat seseorang lebih rentan terinfeksi Virus Corona.

Untuk Para Perokok Rentan Terkena Virus Corona

Merokok itu merusak sel dinding di sepanjang saluran pernafasan, Ini akan memudahkan terjadi infeksi kata dr Achmad Yurianto Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan kasus Virus Corona atau Covid-19.

Hal serupa juga diutarakan dokter spesialis paru dr.Jaka Pradipta Sp.P ia menyatakan merekok akan memperberat gejala Corona sehingga meningkatkan resiko kematian bila perokok tersebut terinfeksi Corona.

Lewat akun Twitter-nya @jcowacko dokter Jaka Pradipta Sp.P membeberkan fakta yang termuat dalam laman Tobacco Induced Diseases bahwa 16,9 persen pasien Corona bergejala berat dan 25,5 persen yang masuk ICU serta meninggal di China adalah perkok tertinggi.

Perokok mempunyai resiko 1,4 kali lipat mendapatkan gejalah lebih berat dan 2,4 kali lipat masuk ruang ICU serta meninggal Dunia jika dibandingkan dengan tidak merokok, Dr Jaka menjelaskan asap rokok termasuk dari rokok electrik atau Vape bisa merusak silia-semacam buku-bulu halus di paru-paru yang berfungsi untuk menangkap dan membawa mikroorganisme dan debu di saluran pernafasan.

Debu dan kotoran dan kuman akan dibawa silia dalam bentuk dahak ke arah atas untuk kemudian dikeluarkan lewat batuk atau ditelan ke dalam lambung.

Jika seorang perokok terus merokok, Asapnya akan megiritasi saluran pernafasan dan merusak silia sehingga ia jadi sulit menggeluarkan dahak, Akibatnya perlindungan tubuh berkurang.

Paru-Paru perokok , Ujar Dr Jaka, elastisitasnya berkurang dan rapuh, Sehingga bila terinfeksi Virus Corona bisa sulit tertolong meskipun memakai Ventilator.

Jadi, apa yang harus dilakukan perokok untuk meminimalisasi risiko terkena corona? Stop merokok kata Dr Jaka.