Sudah Nol Angka Kematian di DKI Jakarta Hingga Tak Ada Kasus Baru di DIY

Berita Nasional – Virus Corona memang masih belum bisa diatasi di indonesia bhakan di seluruh dunia setiap harinya masih ada ratusan di seluruh dunia setiap harinya masih ada ratusan masyarakat indonesia yang bru tertular virus ini.

Sudah Nol Angka Kematian di DKI Jakarta Hingga Tak Ada Kasus Baru di DIY

Hingga hari selasa (06/05/20) sudah tercatat ada 23.165 kasus positif Virus Corona di Indonesia dari jumlah itu 1.418 pasien meninggal dunia dan 5.877 pasien lainnya berhasil sembuh.

Meski demikian kabar soal Corona tak melulu hanya berupa kabar burukj saja, Banyak kabar baik seputar Corona yang terjadi selama selasa (26/05/20) kemarin, berikut kami rangkum beberapa kabar baik dari Virus Corona yang terjadi kemarin.

Sudah tiga hari tidak ada yang meninggal di DKI Jakarta

Selama tiga hari berturut-turut DKI Jakarta mencatat tidak ada kasus kematian akibat Virus Corona di wilayahnya, Berdasarkan data yang di himpun dari Gugus Tugas COVID-19, tren tersebut terlihat sejak 23 hingga 25 Mei 2020.

Itu pun, pada satu hari sebelumnya, jumlah korban meninggal yang tercatat hanya satu orang saja. Hingga saat ini, total jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona di DKI Jakarta mencapai 501 orang.

Dua hari tidak ada kasus baru di DIY

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengumumkan bahwa tidak ada penambahan pasien positif Corona di DIY hari ini selasa (26/05), kabar serupa juga terjadi pada sehari sebelumnya.

Sehingga secara kumulatif jumlah pasien positif corona di DIY berjumlah 226 orang. Dari jumlah tersebut 132 orang di antaranya sembuh dan 8 lainnya meninggal dunia.
Indeks Penularan Corona

Menkopolhukam Mahfud MD menyebut ada sembilan Provinsi di Indonesia yang indeks penularan virus coronanya sudah berada di bawh satu termasuk DKI Jakarta dan Bekasi menurut Mahfud MD berkat pemberlakukan PSBB indeks di Jakarta sudah mencapai angka 0,9 saat ini.

Berdasarkan data tersebut pemerintah saat ini perlahan akan memulai kembali sejumlah aktivitas dalam kondisi new normal, Alasan ekonomi menjadi latar belakang utama pemerintah memberlakukan new normal.

TNI-Porli Dikerahkan

Kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi faktor kunci turunnya indeks penularan corona. Untuk mencapai indeks penularan di bawah angka 1, TNI dan Polri pun dikerahkan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut, pihaknya dan Polri akan melakukan pendisiplinan protokol kesehatan di 1.800 objek di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota. Objek tersbeut meliputi sektor pariwisata hingga pasar rakyat.
Dengan hal itu, diharapkan indeks penularan COVID-19 bisa mencapai angka 0,75. Sehingga, prosedur hidup new normal bisa segera diterapkan.