Mitsubishi Rugi Rp 3,5 Triliun Petinggi Mitsubishi Rela Gajinya Dipotong

Berita Nasional – PT Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengumumkan kerugiannya di fisikal year 2019 – 2020 dan rela gaji mereka dipotong sebagai bentuk tanggung jawab kepada para pemegang saham.Mitsubishi Rugi Rp 3,5 Triliun Petinggi Mitsubishi Rela Gajinya Dipotong

Takao Kato CEO MMC langsung mengumumkan keadaan tersebut dan menyatakan lagsung kepada para pemegang saham dalam rapat umum yang disampaikan kuran lebih 30 menit pada saat yang sama juga diumumkan bahwa MMC tidak akan membagikan deviden pada tahun fiskal 2019-2020.

Dalam laporannya, Kato menyebutkan bahwa MMC mengalami kerugian total hingga 25,8 miliar yen atau sekitar Rp 3,5 Triliun, kerugan ini terjadi pada tahun fiskal 2019 – 2020 atau periode April 2019 sampai maret 2020.

Kerugian ini disebabkan oleh penjualan yang tidak bergairah di 2019 serta kemudian puncaknya adalah masa pandemi Corona. Dan kondisi ini memang tidak terjadi pada Mitsubishi saja, pabrikan lain juga mengalami hal serupa.

Sebagai bentuk tanggung jawabnya, Kato dan para eksekutif MMC mengambil langkah untuk mengambil pemotongan gaji mereka. Dan ini dilakukan pada bulan April 2020.

Besaran potongan sendiri mencapai 45 persen gaji dari masing-masing eksekutif. Dan ditambah untuk sementara waktu melepas bonus kinerja mereka tahun fiskal baru 2020-2021.

Rapat pemegang saham MMC sendiri dilakukan secara virtual dan karena pandemi Corona, Pihak Mitsubishi meminta para pemegang saham untuk tidak hadir meski demikian beberapa dari mereka dilaporkan tampak ada dalam satu ruangan bersama para eksekutif MMC.Mitsubishi Rugi Rp 3,5 Triliun Petinggi Mitsubishi Rela Gajinya Dipotong

Dalam ruang rapat sendiri disebutkan hanya dihadiri oleh 30 peserta, Selain sebagian pemegang saham tampak pera eksekutif Mitsubishi menghadirkan rapat secara langsung.

Kondisi ruang rapat sendiri tentu mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 seluruh peserta rapat tampak menggunakan masker dan berada di jarak sosial sesuai anjuran atau peraturan yang berlaku.

Satu catatan yang menarik dalam rapat adalah ketika salah satu pemegang saham protes dengan dilakukannya pemotongan gaji untuk penjabat MMC. Ia membandingkan dengan apa yang terjadi saat pertemuan pemegang saham Nissan pada Februari 2020.

Si pemegang saham saat itu mengecam eksekutif Nissan karena kinerja perusahaan yang sangat rendah. Dalam dalam kondisi tersebut Jean-Dominique Senard, Vice-Chairman Nissan yang ditunjuk Renault terlihat masih menggunakan mobil Toyota Alphard dan hal ini disebut pamer kemewahan.

Hal lainnya yang muncul, salah satu pemegang saham malah mengajurkan bila gaji para eksekutif MMC tidak usah dipotong. Dana tersebut ada baiknya dialokasikan untuk membantu merangsang ekonomi domestik.

Dalam kesempatan ini Kato menjawab bahwa para eksekutif MMC merasa tidak tepat jika mereka masih menerima bayaran seperti biasa setelah perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar. Sementara pada yang saat bersamaan para pemegang saham tidak mendapatkan deviden dari MMC.

Hasil keputusan dari rapat pemegang saham MMC ini patut mendapat apresiasi. Dengan lancar, secara keseluruhan baik dari eksekutif maupun pemegang saham bisa berkompromi secara baik.

Hal ini tentu diharapkan membawa aura positif bagi keluarga besar Mitsubishi di seluruh dunia. Bahwasannya mereka menyikapi kondisi parah saat pandemi Corona dengan saling berkorban demi perusahaan untuk bertahan selama badai berlangsung.