Pengakuan Korban Kekerasan Seksual saat PKL di Hotel Jadi Trending YouTube

Berita Nasional – Kisah seorang perempuan yang menjadi korban kekerasan dan seksual saat magang di sebuah Hotel.

Pengakuan Korban Kekerasan Seksual saat PKL di Hotel Jadi Trending YouTube

Tengah menjadi hot tranding di YouTube Kanal YouTubeGritte Agathamengunggah Video wawancara dengan perempuan tersebut dan kini Video itu sudah ditonton lebih dari dua juta kali dan berapa di posisi 11 Video tranding.

Video Cerita korban permkosaan Pas Praktek kerja :apangan (PKL) ini juga dibanjiri hingga lebih dari 9.000 komentar.

Peristiwa ini terjadi enam tahun lalu, Saat perempuan yang dirahasiakan identitasnya duduk di kelas SMK Jurusan Akomodasi Perhotelan, Ia tengah menjalani tugas Praktek Kerja lapangan (PKL) atau magang di sebuah hotel bintang empat di jakarta.

Gritte membuka percakapan dengan meminta korban untuk menceritakan kronologi yang dialaminya.

Selama magang enam bulan korban ditugaskan di bagian housekeeping dan loundry masing-masing selama tiga bulan, Kejadian tragis ini dialami korban saat magang baru berjalan dua hari.

Korban merasakan tidak nyaman dengan sikap seorang staf hotel sejak awal magang, ia juga kerap merasa was-was bila harus membersihkan kamar hotel. Korban sering diberi pertanyaan yang tak etis oleh staf itu hingga risih.

Ketika selesai membersihkan kamar-kamar, korban dan staf pergi ke ruang kantor namun mereka memilih turun melalui tangga darurat karena lift yang sesak.

Saat mengambil jalan turun di tangga darurat, korban justru memperoleh kekerasan seksual. Ia mengatakan sempat melawan, akan tetapi usahanya sia-sia karena dibungkam oleh pelaku.

Pas aku mau turun, tangannya ditarik sama dia. Abis itu dia udah mulai tuh menjalankan aksinya, aku sempet ngebela diri (dorong, teriak). Cuman pas aku bertahan, dia kaya nampar ujar korban dengan suara bergetar

Lo kaya gini juga gak akan ada yang nolongin, ini kan tangga darurat. Jarang banget ada yang lewat kata pelaku kepada korban.

Setelah melancarkan aksinya, pelaku tersebut memberikan sejumlah uang receh ke saku korban dan mengatakan terima kasih.

Aku cuma bisa pergi ke toilet, nangis karena takut kan. Ngerasa masa depannya hancur tutur korban.

Usai kejadian traumatis itu, korban sempat tidak pergi magang selama dua pekan karena takut dan syok. Akan tetapi, ia dihubungi oleh pihak hotel hingga dua kali dan korban memutuskan untuk kembali melanjutkan magang untuk memenuhi nilainya.

Korban menjelaskan pernah bertemu dengan pelaku setelah ia kembali masuk magang. Alih-alih meminta maaf, pelaku hanya tersenyum.

Dia ada duduk di sofa depan loker, pas ketemu itu dia (pelaku) lihat aku dan cuma senyum doang. Maaf ya aku bilangnya (dia) senyum kaya orang psikopat karena kaya gak ada rasa bersalah sama sekali kata korban

Pelecehan seksual tersebut kembali diterima korban, kali ini ia mendapatkan pelecehan secara verbal oleh sejumlah staf. Mereka melontarkan beberapa pertanyaan tidak etis pada korban, hingga sesekali mencoba kontak fisik.

Seorang manajer melihat kejadian yang diterima korban, namun perempuan tersebut justru dituduh menggoda staf dan akhirnya mendapakan peringatan berupa Surat Peringatan 1.

Aku kira bakal dibelain kan, taunya pas itu managernya malah bilang aku ngegodain staf, ” tuturnya

Korban pernah terpikir untuk melapor, akan tetapi ia kerap merasa tertekan hingga ketakutan. Korban pun memilih untuk memendam seluruh rasa sakitnya.

Kalo aku ngomong juga mereka gak ada yang percaya, aku mau ngebela diri juga ujung-ujungnya tetap disalahin,” tutur korban

Mau cerita ke siapa? Emang ada yang bisa aku percaya selain orang tua? Aku gak mau nambah masalah ke orang tua aku, gak mau buat mereka khawatir dan kecewa. Jadi semua, aku simpen sendiri aja katanya.

Meski dalam keadaan trauma dan tertekan, korban tetap menyelesaikan tugas magangnya hingga selesai enam bulan.

Dalam video berdurasi 42 menit itu, perempuan tersebut mengungkapkan terus berjuang mengumpulkan kepercayaan dirinya.

Video ini mengundang berbagai reaksi dari warganet, mereka banyak memberikan dukungan serta semangat kepada korban untuk tetap bangkit.

Bila kalian bertemu atau menjadi korban pelecehan hingga kekerasan seksual, berikut kontak yang dapat dihubungi sebagai bantuan:

Pengakuan Korban Kekerasan Seksual saat PKL di Hotel Jadi Trending YouTube

Komnas perempuan juga menyediakan kontak untuk di hubungi bila seseorang mendapatkan ancaman kekerasan atau pelecehan.

(021) 3903963

(021) 80605399

Atau korban juga dapat menghubungi Kementrian Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak

Untuk Pengaduan Bisa Hub ke : 082125751234