Djoko Tjandra: Buronan 11 tahun kasus Bank Bali ditangkap!

Berita Nasional – Buronan dari kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra ditangkap oleh pihak kepolisian. Dia dibawa dari Malaysia ke Indonesia dan akan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono, membenarkan berita tersebut. Djoko Tjandra sedang dalam proses untuk kembali dari Malaysia ke Indonesia.

“Ya, saya akan ke bandara untuk menjemput,” kata Argo melalui pesan singkat, Kamis (30/7).

Sejauh ini, kuasa hukum Djoko Tjandra belum menanggapi.

Diketahui, Djoko Tjandra berada di Indonesia tanpa terdeteksi oleh petugas penegak hukum dan otoritas imigrasi. Bahkan, dia telah membuat E-KTP dan mengajukan permohonan untuk Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni.

Kemudian, Djoko Tjandra berhasil keluar dari Indonesia ke Malaysia. Menurut pengakuan sang pengacara, Djoko Tjandra sakit dan dirawat di Malaysia.

Djoko Tjandra tidak pernah hadir pada sidang PK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Selama empat persidangan tidak ada hadir. Menurut pengacara, Djoko Tjandra masih sakit sehingga dia tidak bisa menghadiri persidangan.

Akibatnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak menerima permintaan PK Djoko Tjandra. Permohonannya tidak diteruskan ke Mahkamah Agung.

Sejauh ini, ada sejumlah jenderal di Kepolisian dan jaksa yang diduga membantu Djoko Tjandra.

Tiga Pati Polisi adalah Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo yang dicopot dari jabatan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte yang dicopot dari posisi Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, dan Brigadir Jenderal Nugroho Slamet Wibowo yang dicopot dari jabatan Sekretaris NCB Interpol Indonesia.

Baru-baru ini, Kantor Kejaksaan Agung memindahkan Kepala Sub bagian Pemantauan dan Evaluasi 2 di Biro Perencanaan Jaksa Agung Bidang Pembinaan, Pinangki Sirnamalasari dari jabatannya. Pinangki dikeluarkan dari jabatannya karena diduga bertemu dengan Djoko Tjandra di Malaysia pada 2019.

Polri juga baru-baru ini menetapkan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking sebagai tersangka. Dia dianggap telah memainkan peran dalam pelarian Djoko Tjandra selama buronnya.