Gubernur Sulsel Dibuat Sedikit Pusing Tekan Angka Penyebaran Corona

Berita Nasional – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengeluh bahwa banyak orang di daerahnya masih mengabaikan penerapan protokol kesehatan pencegahan virus korona (Covid-19). Dia bahkan mengakui bahwa sedikit kewalahan mengatur masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Jadi di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar tidak lagi new normal, tetapi hidup normal. Ini benar-benar buat kami pusing,” kata Nurdin dalam webinar yang disiarkan di saluran Youtube Sindonews, Selasa (28/7).

Namun, Nurdin mengklaim Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus melakukan upaya untuk mengurangi jumlah penularan virus korona di Sulawesi Selatan. Upaya-upaya seperti testing dan tracing virus korona dilakukan dalam skala besar di masyarakat.

Sosialisasi juga terus dilakukan untuk mengubah perilaku dan disiplin masyarakat. Antara lain imbauan untuk menjaga jarak, penggunaan masker, hingga mencuci tangan menggunakan sabun.

“Tetapi sekali lagi protokol kesehatan harus lebih ketat. Bagaimana pemimpin lintas agama sebagai motivator atau pendidik, bagaimana membantu pemerintah memutus rantai Covid,” kata Nurdin.

Selain itu, Nurdin menjelaskan bahwa ada 6 daerah di Sulawesi Selatan yang masih menjadi perhatian Pemerintah Provinsi untuk mengurangi jumlah penularan korona di wilayah tersebut.

Dari 6 daerah, Nurdin menyatakan bahwa Kota Makassar adalah prioritas penanggulangan epidemi.

“Episentrum di Makassar. Kami berharap Makassar bisa diselesaikan, artinya 80 persen masalah Covid-19 di Sulawesi Selatan selesai,” katanya.

Nurdin juga mengklaim bahwa pendapatan daerah tidak secara signifikan dipengaruhi oleh pandemi korona. Dia menyatakan bahwa banyak orang sehat terus bekerja seperti biasa dengan panggilan untuk penggunaan protokol kesehatan.

Terlebih lagi, katanya, karakter masyarakat Sulawesi Selatan sendiri kebanyakan bekerja di sektor pertanian dan perikanan daripada sektor formal.

“Saya membaca informasi dan beberapa hasil penelitian. Bahwa penularannya lebih banyak di dalam ruangan. Saya pikir dengan banyak kegiatan di luar, dapat mengurangi kasus positif,” kata Nurdin.

Data dari Satgas penanganan Covid-19 pada Senin (27/7) menyatakan bahwa jumlah kumulatif virus korona positif di Sulawesi Selatan adalah 8.991 orang.