Polisi Amankan 24 CCTV untuk Selidiki Penyebab Kebakaran Kejagung

Beritaaktual.net – Mabes Polri menyatakan telah mengamankan 24 kamera pengintai (CCTV) di Kompleks Kejaksaan Agung dan sekitarnya. Pengamanan kamera pengintai dalam rangka mengumpulkan bukti penyebab kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung, Sabtu (22/8).

“Pertama, untuk CCTV yang diambil dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kantor Kejaksaan Agung ada sekitar 8 unit CCTV kemudian sekitar 18 CCTV diambil dari sekitar kantor Kejaksaan Agung jadi jumlah keseluruhannya sebanyak 24 unit,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (27/8).

Dari 24 CCTV yang diamankan, 8 di antaranya dalam kondisi terbakar. Awi mengatakan, CCTV yang berhasil diamankan akan diselidiki tim Laboratorium Forensik Polri.

Tim forensik Polri juga akan memeriksa sejumlah sampel reruntuhan gedung yang terbakar.

Selain itu, Awi mengatakan penyidik telah memeriksa 99 orang yang diduga mengetahui kejadian tersebut. Sejumlah saksi terdiri dari petugas kebersihan hingga pegawai Kejaksaan Agung.

“Kegiatan olah TKP di Kejaksaan Agung ini tim Lapfor selalu didampingi penyidik dan staf Kejaksaan Agung,” ujarnya.

Awi mengaku belum bisa mengungkap hasil pemeriksaan sementara tersebut karena masih menunggu penelitian yang matang.

Gedung Kejaksaan Agung Jalan Sultan Hasanuddin Dalam Nomor 1 Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terbakar akhir pekan lalu. Api melalap bangunan utama di bagian depan yang terlihat dari jalan raya.

Kebakaran mulanya terjadi di Gedung Utama Kejaksaan Agung. Dari informasi awal, api pertama kali dimulai sekitar pukul 19.10 WIB dari lantai enam Gedung Utama tersebut.

Kejadian kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa ataupun luka-luka. Sejauh ini penyebab kebakaran belum diketahui, termasuk kerugian akibat kebakaran tersebut.

Namun, pihak kejaksaan menjamin bahwa kebakaran tersebut tidak akan mengganggu proses penanganan perkara korupsi besar di Kejaksaan Agung. Disebutkan, gedung yang terbakar jauh dari gedung tempat penyimpanan berkas perkara.

Menteri Polhukam Mahfud MD mengatakan, saat ini telah dibentuk tim gabungan yang terdiri dari anggota Bareskrim dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) di Kejaksaan Agung untuk mengusut penyebab kebakaran yang menghanguskan gedung utama Korps Adhyaksa.

“Untuk menyelidiki penyebab kebakaran, kita harus menunggu pemeriksaan dari Polri. Saat ini telah dibentuk pos gabungan antara Kabareskrim dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) untuk melakukan penyidikan,” kata Mahfud di konferensi pers virtual pada Minggu (23/8) malam.