Ahok Atau (BTP) Mau Cabut Laporan Mencemarkan Nama Baiknya

Berita Nasional – Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok telah membukakan pintu maaf kepada kedua tersangka yang mencemarkan nama baiknya.

Ahok Atau (BTP) Mau Cabut Laporan Mencemarkan Nama Baiknya

Ahok kini berencana untuk mencabut laporannya di Polda Metro Jaya.

Ahok mengaku kini tengah berkonsultasi ke Polda Metro Jaya, Terkait rencananya mencabut laporan tersebut Ahok ingin mencabut laporan dikarenakan tersangka yang sudah menghinanya sudah berusia lanjut.

(Tersangka) sudah tua dan juga sudah kalau dirinya salah, Kasian katanya ucap(BTP).

Diketahuai, Ahok alias BTP melelaui pengacaranya, Ahmad Ramzy, Telah berkoordinasi dengan pihak penyidik Polda Metro Jaya guna memproses pencabutan laporan kasusnya BTP, Ahok telah memerintahkan Ramzy mengurus pencabutan laporan tersebut.

Iya betl kami sudah berkonsultasi dengan penyidik cyber terkait teknis pencabutan laporan polisi ucap Ramzy, Namun Ramzy mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan penyidik.

Untuk saat ini masih belum di cabut laporannya jadi untuk saat ini kami bari berkoordinasi ucapnya, Ahok diketahui telah bertemu secara langsung dengan dua tersangka meminta maaf secara langsung kepada BTP beserta keluarganya.

Kedua tersangka tersebut bahkan berinisiatif melakukan klarifikasi di mendia sosial mereka, Terkait tuduhan mereka selama Ahok atau BTP.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus sebelumnya juga menyampaikan Ahok serta dua tersangka pencemaran nama baik, KS dan EJ, berencana untuk berdamai. Saat ini pihak kepolisian masih menunggu keputusan dari pihak Ahok.

Memang ada wacana mereka mau damai ujar Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Seperti diketahui, Polda Metro Jaya mengamankan kedua tersangka atas dugaan pencemaran kepada Ahok dan istrinya.

Puput Nastiti Devi serta keluarganya, Kedua tersangka telah diamankan di dua kota berbeda Bali dan di Medan, Hasil pemeriksaan kepolisian mengungkap keduanya tergabung dalam grup komunitas Veronica Lovers’.

Tersangka EJ menjadi ketua sekaligus admin di grup yang berada di WhatsApp dan Telegram tersebut, Grup tersebut diduga menjadi media untuk melakukan penghinaan kepada Ahok.