Berapa Lama Virus Corona Akan Hilang dari Tubuh Setelah Dinyatakan Sembuh?

Beritaaktual.netSebuah studi dari British Medical Journal menunjukkan bahwa pasien COVID-19  pasca pulih membutuhkan setidaknya beberapa waktu agar virus menghilang dari tubuh mereka. Peneliti Francesco Venturelli dari Universitas Modena dan rekan lainnya mempelajari 1.162 pasien yang dites positif COVID-19 melalui tes PCR.

Dalam studi ini pasien diuji ulang sekitar 15 hari setelah tes Corona pertama, 14 hari setelah tes kedua, dan 9 hari setelah tes ketiga. Para peneliti mengatur interval waktu tes sesuai dengan rekomendasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa.

Sekitar 60,6 persen pasien yang pulih dinyatakan negatif COVID-19 setelah tes pertama. Namun, tes lain menunjukkan bahwa satu dari lima tes negatif menghasilkan negatif palsu. Ini bisa berarti bahwa banyak orang masih dapat menularkan virus setelah mereka dites negatif, tanpa mereka menyadarinya kepada orang lain.

Menurut peneliti, pasien yang sembuh dari Corona bisa dipastikan bersih dari virus setelah mendapatkan hasil negatif dari dua tes PCR berturut-turut. Secara keseluruhan, dibutuhkan sekitar 30 hari sejak diagnosis dan 36 hari setelah gejala muncul pada pasien untuk memastikan virus bersih dari tubuh.

Bagi penderita lanjut usia atau mengalami penyakit komorbiditas yang parah, perlu waktu lebih lama hingga tubuh bersih dari virus Corona. Untuk yang di bawah 50 tahun akan memakan waktu hingga 35 hari, sedangkan untuk yang di atas 80 tahun akan membutuhkan waktu 38 hari.

Dikutip dari CNN International, pasien yang dirawat di rumah sakit juga memiliki waktu yang berbeda. Untuk pasien yang dirawat di rumah sakit butuh waktu sekitar 38 hari, sedangkan untuk yang tidak hanya 33 hari.

Para peneliti mengatakan bahwa setelah 34 hari pasien pertama kali merasakan gejala, hampir 87 persen dari mereka dinyatakan negatif. Jika ini terjadi, mungkin perlu waktu satu bulan atau lebih bagi pasien untuk menentukan apakah virus telah hilang sama sekali dari tubuh.

Tim peneliti mencatat bahwa memahami waktu penghapusan virus dari tubuh dapat menjadi strategi kunci, dan memastikan orang tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengisolasi, meningkatkan efisiensi dan kinerja strategi pengujian.