Investor Masih Bingung Soal kondisi Kesehatan Soal Kondisi Kesehatan Trump

Berita Nasional – Para Investor sulit menentukan posisi pada perdagangan saham di Amerika Serikat (AS).

Investor Masih Bingung Soal kondisi Kesehatan Soal Kondisi Kesehatan Trump

Usai mendengar Donal Trump kembali ke Gedung Putih Sulitnya posisi investor menyusul belum ada informasi yang pasti mengenai kondisi orang nomor satu di Negeri Paman Sam ini.

Trump dikabarkan masih dalam pengobatan yang intensif usai dinyatakan positif Corona, Namun Sean Conley seoranag dokternya menyatakan setelah melewati demam selama 72 jam, Kadar oksigen Trump normal dan itu memenuhi kriteria untuk diulangkan.

Sikap optimisme tentang kondisi Trump serta stimulus yang diharapkan mendorong pemulihan ekonomi mampu mendorong laju saham di S&P 500 yang berakhir 7,8% lebih tinggi dan Nasdaq Composite naik 2,3 %.

Saat ini, investor masih menunggu informasi yang akurat mengenai kondisi Trump meski orang nomor satu di AS ini sudah kembali ke Gedung Putih.

Pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Donald Trump terus diguncang dengan semakin banyaknya kasus terinfeksi Corona. Sekretaris Pers Kayleigh McEnany adalah staf senior yang baru positif terjangkit setelah serangkaian tes di pekan lalu.

Jejak pendapat CNN yang dilakukan setelah debat, memberikan keunggulan pada Biden dengan dukungan sebesar 57% dan sekitar 47% dukungan yang diberikan kepada Trump.

Harapan tidak hanya untuk kemenangan Biden, tetapi juga kemungkinnan pembersihan Demokrat terus tumbuh ucap Stephen Innes kepala strategi pasar global di Axi seperti yang dikutip dari beritaaktual.net pada hari selasa (06/10/2020).

Namun demikian, Prospek saham masih bisa goyah seiring dengan kondisi kesehatan pemimpin negara Presiden saat ini karena banyak laporan yang kontradiktif tulis Bespoke Investment Group.

Investor harus memahami bahwa kesehatan presiden kemungkinan akan tetap menjadi berita utama untuk beberapa waktu,” tambahnya.

Sementara itu, pergerakan Wall Street semakin yakin bahwa Biden bisa memasuki Gedung Putih pada tahun 2021.

Alicia Levine, kepala strategi di BNY Mellon mengatakan memperkirakan hasil dari gerakan Demokrat di Gedung Putih dan Senat.