Perusuh Demo Omnibus Law, Difasilitasi Sejumlah Uang, Konsumsi, Hingga Biaya Transport!

Beritaaktual.Net – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, para perusuh yang berdemonstrasi menolak Omnibus Law Cipta Kerja di Jakarta, telah dijanjikan akan mendapat tiket kereta api dan sejumlah uang.

Yusri mengatakan, bahwa dari 1.192 orang yang berhasil diamankan dari kerusuhan di Jakarta berasal dari berbagai daerah, antara lain Purwakarta, Karawang, Bogor, Banten, dan lain sebagainya.

Mereka yang datang ke Jakarta bertujuan untuk melakukan kerusuhan, yang bisa kami simpulkan seperti itu berdasarkan beberapa barang bukti, telepon seluler dan informasi yang kami terima dari mereka semuanya, kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (9/10).

Yusri menyebutkan para perusuh juga tidak tahu bahwa Omnibus Law UU Cipta Kerja menjadi dasar unjuk rasa kemarin.

Menurut dia, para perusuh hanya mendapat undangan untuk mengikuti demonstrasi.

Ada undangan untuk datang, tiket kereta api disiapkan, truk disiapkan, bus disiapkan, kemudian nanti ada uang, makanan untuk semuanya. Ini yang dia tahu, dan masih kita dalami lagi semuanya, ujarnya.

Lebih lanjut, Yusri menuturkan, para perusuh tersebut diduga berasal dari kelompok anarko. Pasalnya, jika melihat demonstrasi yang terjadi, Anarko selalu menjadi dalang kerusuhan.

Memang setiap ada demonstrasi dan berujung kerusuhan, ada indikasi memang ada orang Anarko sebagai dalang dibalik aksi tersebut, ujarnya.

Di sisi lain, ungkap Yusri, tercatat 23 personel Polri mengalami luka-luka akibat kerusuhan saat demonstrasi. Dari 23 anggota tersebut, salah satunya adalah Kapolres Tangerang Kota Kombes Sugeng yang terkena batu.

Dari 23 tersebut, kemarin hingga sore ini banyak yang sudah pulang, hanya 4 yang masih dirawat di RS Polri Kramat Jati, kata Yusri.