Seorang Penumpang Pesawat Membawa Granat Asap ke Dalam Pesawat

Berita Nasional – Granat asap aktiv ditemukan petugas TSA.

Entah apa ang ada di pikiran penumpang satu ini, Dia kedapatan membawa sebuah granat asap di dalam tas yang dibawanya masuk ke dalam pesawat.

Seorang penumpang pesawat yang tida disebutkan identitasnya terpaksa harus berurusan dengan puhak berwajib, Dia kedapatan membawa sebuah granat asap militer yang di simpan dalam tas yang akan dibawa masuk ke dalam pesawat.

Petugas Transportasi Security Administration (TSA) lah yang menemukan benda mencurigakan tersebut, benda itu langsung memicu alarm berbunyi saat tas si penumpang diperiksa petugas.

Ketika tas sipenumpang digeledah ditemukan sebuah granat asap yang kondisinya masih aktif, di Kaleng granat asap itu tertulis label Smoke Yellow, Lengkap dengan pemicunya seperti granat tangan yang biasa kita lihat di film-film.

Dihimpun dari beberapa sumber, Sabtu (10/10/2020) kejadian tersbut tentu saja membuat kehebohan di Bandara International Washington Dulles, di Kota Dulles negara bagian Virginia Amerika Serikat, Penumpang tersbut langsung diamankan oleh pihak berwajib.

Pihak Kepolisian Metropolitan Washington Airport pun berlangsung turun tangan ke lokasi kejadian, Mereka langsung menginterogasi penumpang tersbut, Takutnya dia berafiliasai dengan kelompok teroris.

Setelah dinterograsi, Penumpang tersebut mengaku membawa granat asap itu dibelinya dari toko aksesories militer beberapa tahun yang lalu, Dia menyangka granat asap sudah tidak berfungsi lagi, namun kenyataanya granat asap tersebut masih dalam kondisi aktiv.

Petugas TSA sampai harus mendatangkan tim spesialis penjinak bahan peledak ke bandara Washington Dulles guna mengamankan granat asap tersebut. Beruntung, granat asap itu tidak meledak selama proses evakuasi berlangsung.

Sebagai catatan, penumpang yang kedapatan membawa benda-benda berbahaya, termasuk bahan peledak bisa dijatuhi hukuman denda dalam jumlah yang sangat besar, mencapai USD 13.669 atau setara Rp 200 jutaan.