Ahli Hukum Mempertanyakan Unsur Pidana Yang Ada Di Kasus Ahok

ahli-hukum-mempertanyakan-unsur-pidana-yang-ada-di-kasus-ahok

Berita Aktual, Berita Nasional Sidang masalah sangkaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali di gelar di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Dalam sidang ke-15 saksi Djisman Samosir mengatakan, susah untuk menunjukkan terdakwa Ahok terlilit pidana penistaan.

Pakar Hukum Pidana dari Kampus Parahyangan itu menyebutkan, dalam masalah ini dianya tak lihat ada unsur pidana dalam pernyataan Ahok masalah Al Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu itu.

” Siapa yang ternodakan (dalam masalah Ahok)? Bila dalam masalah pidana itu kan apa yang hilang, siapa yang terasa kehilangan. Mesti terang dahulu. Lantaran pidana mesti ada kenyataan, ” kata Djisman dalam sidang.

Menurut Djisman, hingga sekarang ini masalah Ahok belum jelas dengan kata lain masihlah kabur. Karenanya, dia lihat lumrah bila tim pengacara Ahok selalu mengorek info mendalam masalah ada atau tak unsur pidana. Meski, pembenaran untuk membela Ahok mesti sesuai dengan kenyataan.

” Jadi itu mengapa pegacara mesti mencari alat bukti yang sah, alat bukti untuk menguak kebenaran materil, ” papar dia.

Dalam sidang Ahok, Djisman juga menuturkan pasal dakwaan Ahok yaitu Pasal 156 atau Pasal 156a KUHP. Dia menyampaikan, Pasal 156 adalah pasal pidana yang dapat dipakai atau yang dikerjakan oleh antargolongan.

” Karenanya ada ayat a nya. Pasal 156a itu ada menyinggung masalah agama di situ ketidaksamaannya, ” Djisman menandaskan.

Dalam info lain terlebih dulu, Djisman juga mengkritik kehadiran beberapa saksi sidang Ahok. Dia menyampaikan, saksi yang didatangkan dalam persidangan sesuai sama Pasal 184 KUHAP yaitu mereka yang betul-betul lihat, mendengar, serta rasakan segera kejadiannya.

” Saya tak punya maksud mengajarkan yang mulia. Namun saksi yang sesuai sama KUHAP yaitu saksi yang betul-betul orang segera, ” tutur Djisman dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa 21 Maret 2017.

Sesaat, kata Djisman, dari belasan saksi pelapor Ahok yang didatangkan ke persidangan, tidak ada satu juga saksi yang menghadiri segera pidato Ahok waktu kunjungan kerja di Kepulauan Seribu. Umumnya dari mereka mengakui tahu momen itu, sesudah melihat video yang sudah menyebar di sebagian sosial media.

Salam Admin By Vijay Semoaga Berita Ini Bermanfaat.

Related posts