Antasari Meminta Aulia Pohan Tidak Di Tahan

antasari-meminta-aulia-pohan-tidak-di-tahan

Berita Aktual, Berita Nasional Bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menuding Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY ada dibalik sangkaan rekayasa masalah pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Pada masalah pembunuhan bekas bos PT Putra Rajawali Banjaran itu, Antasari divonis penjara 18 tahun penjara.

” Perkaranya, dia minta Antasari selekasnya diolah. Mungkin perintah selekasnya ini, dengan bikin SMS itu kan? Namun bukanlah SBY yang buat SMS, bukanlah. Namun inisiator buat saya jadi dikriminalisasi itu, dari situ, ” tuding Antasari Azhar dalam konferensi pers di Bareskrim Polri.

Menurutnya, SBY lah yang memerintahkan Hary Tanoesoedibjo menemuinya. Dia menyampaikan kehadiran entrepreneur itu berkaitan dengan masalah korupsi yang menyeret nama besan SBY, Aulia Pohan.

” Beliau diutus oleh Cikeas, ” tukas Antasari.

Dia menyampaikan, Hary Tanoe datang untuk memohon supaya KPK tak menahan Aulia Pohan. ” Lantaran saya bawa misi, Pak, saya diperintah dari sana untuk menjumpai bapak’. “

Antasari katakan tak dapat, KPK telah ada SOP-nya untuk tentukan tersangka serta ditahan. Setelah itu, Harry Tanoe meneruskan seperti dituturkan Antasari, ” Waduh, pak, tuturnya ini keselamatan ayah bagaimana? ‘, ” papar Antasari Azhar.

Bantahan Demokrat

Sekretaris Fraksi Demokrat Didik Mukrianto menilainya tudingan itu tak mendasar. Dia menyampaikan logika Antasari sudah dipatahkan oleh putusan hukum dari pengadilan tingkat pertama sampai Mahkamah Agung.

” Sungguh tak mendasar apa yang di sampaikan oleh Antasari berkaitan ocehan kriminalisasi pada dianya. Logika kriminalisasi pada dianya mutlak terpatahkan dengan sistem dan ketentuan hukumnya, dimana mulai pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi serta peninjauan kembali, keputusannya sama-sama memperkuat, “

Menurutnya, opini yang di bangun Antasari masalah kriminalisasi berbanding terbalik dengan putusan pengadilan.

” Antasari Azhar pasti memahami serta tahu kalau hukum serta kekuasaan yudikatif yaitu berdiri sendiri serta tak bisa diintervensi serta diinviltrasi oleh kemampuan manapun. Pasti tuduhan kriminalisasi itu dapat dikira sebagai pelecehan serius pada konstitusi serta hukum dan seluruh instansi yudikatif yang Berdiri sendiri serta bebas dari intervensi, ” Didik menerangkan.

Salam Admin By Vijay Semoaga Berita Ini Bermanfaat.

Related posts