Apakah Masih Mungkin Dana Korban First Travel Dikembalikan?

Apakah Masih Mungkin Dana Korban First Travel Dikembalikan?

Berita Aktual, Berita Nasional – Saat ini pihak Polri telah mengungkap secara publik bila bos besar First Travel telah mengalihnamakan sejumlah hartanya yang mana diduga dibeli dari hasil uang calon jemaah umrah. Hal ini terungkap dari hasil penyidikan Bareskrim Polri terhadap harta yang dimiliki tiga tersangka kasus penipuan serta penggelapan dana.

Lalu bila diselisik, apakah masih ada harapan bila uang korban First Travel kembali?

Ketika dikonfirmasikan kepada pihak Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan untuk saat ini masih belum bisa dipastikan karena dirinya juga masih belum bisa menjawabnya. Terlebih lagi untuk saat ini penyidik masih menelusuri lebih lanjut sumber aset-aset tersebut.

“Sebagai polisi tentunya kami tidak akan memberi harapan palsu. Kita akan ungkapkan fakta hukumnya saja seperti apa. Yang jelas polisi tidak ingin memberikan harapan dulu,” ungkap Setyo ketika dikonfirmasi, di Jakarta, pada Rabu (23/08/2017).

Menurut dirinya, penelusuran yang tengah dilakukan penyidik itu adalah lebih diperuntukan untuk mengetahui motif dari pengalihnamaan aset First Travel. Namun, untuk dugaan awal, ada sejumlah kemungkinan yang mendasari dari pengalihan nama tersebut. Antara lain yaitu untuk membayar utang serta adanya niat dari pencucian uang.

Baca Juga : Megah Diluar Namun Tidak Mampu Umrahkan Jemaah, Aliran Dana First Travel Masuk Kantong Pribadi

“Seperti yang telah kami ungkap kemarin, dia kan itu pakai uang tersebut untuk membeli sejumlah hal. Misalnya saja adanya dugaan dia membeli restoran di London dan kemudian adanya beli bermacam-macam benda. Kalau ini, tentunya bisa saja nantinya dilelang ketika dalam proses hukum lanjutan. Itu semua merupakan ranah jaksa,” ucap Setyo.

Namun yang jelasnya, lanjut dirinya, sejumlah aset sudah dialihnamakan. Seperti misalnya mobil-mobil mewah yang sudah menjadi milik orang lain.

“Rumah yang ada di Sentul itu juga sudah dijaminkan. Sudah dia agunkan juga kepada orang yang memberi pinjaman untuk membayar tiket,” ucap Setyo.

Dirinya mengatakan, untuk kejelasan dari pengembalian uang, lebih baik para korban First Travel mengajukan gugatan secara perdata. Gugatan tersebut nantinya dapat diajukan bersamaan dengan proses pidana yang tengah berlangsung.

“Perdatanya boleh silakan diajukan. Secara simultan boleh kok. Hukum kita akan memfasilitasi dan memperbolehkannya,” tandas Setyo.

Related posts