Belum Insaf, Pengacara Sebut Ceramah Alfian Tanjung Bentuk Sosialisasi Yang Benar

Belum Insyaf, Pengacara Sebut Ceramah Alfian Tanjung Bentuk Sosialisasi Yang Benar

Berita Aktual, Berita Nasional – Menggulas kasus Alfian Tanjung yang kini harus rela ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penangkapan langsung terkait dengan adanya ujaran kebencian yang bertemakan SARA dengan menyebutkan kata PKI. Hal ini pun akhirnya mengundang perhatian dari Ketua Umum Ma’ruf Amin yang berpesan agar para ustaz maupun dari pihak Dai agar lebih kritis dalam halnya penyampaian ceramah dimana isi ceramah haruslah proposional dan juga santun.

Terkait diluar itu, pengacara dari Alfian Tanjung yakni Abdullah Al katiri, mengungkapkan bahwa apa yang telah disampaikan oleh ketum MUI Ma’Aruf Amin merupakan suatu pernyataan bagi pihak umum dan bukan hanya tertuju pada kliennya saja.

“Tentunya, saya pikir itu semua adalah untuk umum dan bukan khusus hanya bagi ustaz Alfian, ungkap Abdullah pada Rabu (31/05/2017).

Selain itu Abdullah mengatakan apa yang disampaiakn oleh Alfian sewaktu ceramahnya di Masjid Al-Mujahidin Surabaya merupakan suatu kebenaran, dimana dalam temanya itu Alfian hanya mencoba mensosialisasikan TAP MPRS No 25 tahun 1966 bahwa PKI merupakan partai terlarang.

“Sejauh ini klien saya hanya mensosialisasikan perihal masalah TAP MPRS, masa untuk hal seperti ini dilarang, Seperti contohnya ustaz-ustaz yang mengingatkan agar umatnya untuk tidak mengkonsumsi daging babi, nggak boleh begini begitu, dan harus memakai kerudung, itu semua kan hanya bentuk dari sosialisasi saja sesuai dengan ajaran yang ada didalam Alquran dan pastinya itu semua akan diucapkan secara berulang-ulang, ” tegas Abdullah.

Baca Juga : Mulutmu Harimaumu, Alfian Tanjung Ditangkap Atas Ceramah Soal PKI di Masjid

Kemudian daripada itu, Abdullah juga menambahkan bahwa apa yang telah disampaikan oleh Alfian tentu ada datanya, apalagi semua itu hanya disampaikan khusus untuk kalangan internal umat muslim saja dan bukan konsumsi publik.

“Tentu Ustaz Alfian mempunyai data dan referensi juga apalagi dirinya hanya melakukan pembicaraan yang meliputi ruang lingkup yang ada di masjid, kapasitasnya kan sebagai dai di masjid, jadi yang dimasalahkan kan yang ada di sono,” ucap Abdullah.

Bukan hanya itu saja, Abdullah pun mengatakan bahwa siapa yang dimaksud sebagai korban dalam aduan tersebut. Bila pihak yang melakukan pelaporan tidak merasa menjadi korban maka aduan tersebut tidak bisa dibilang kuat.

“Ya sekarang begini yang melapor itu orang etnis itu bukan? nggak jelas kan, hingga kini masih melakukan pengujian dulu sampai sejauh mana kasus tersebut bergulir sampai klien saya harus dijadikan tersangka,”ungkap Abdullah menegaskan.

Related posts