Curahan hati Dari Mantan Presiden SBY

curahan-hati-dari-mantan-presiden-sby

Berita Aktual, Berita Nasional Sebelumnya matahari terbenam, jagad maya mendadak ramai dengan cuitan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, Sore itu, Presiden ke-6 RI itu kembali mencurahkan perasaannya di Twitter. Kesempatan ini, dia mengeluhkan ada demonstrasi di tempat tinggalnya, lokasi Kuningan, Jakarta Selatan.

Dia terasa terancam dengan kehadiran sekumpulan orang itu. Dia menyebutkan keselamatannya terancam.

ernyataan itu di sampaikan SBY lewat account Twitternya, @SBYudhoyono jam 15. 05 WIB, Senin.

” Saudara-saudaraku yg menyukai hukum & keadilan, sekarang ini tempat tinggal saya di Kuningan ” digrudug ” beberapa ratus orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*, ” cuit SBY.

Demonstrasi begitu lumrah di negara yang menjunjung tinggi demokrasi ini. Lantas, kenapa SBY terasa terancam?

Pada cuitannya itu, SBY mengakui tak ada pemberitahuan dari pihak keamanan masalah demonstrasi itu.

” Terkecuali negara telah beralih, Undang-Undang tidak bolehkan unjuk rasa dirumah pribadi. Polisi juga tak memberitahukan saya. *SBY*, ” kata SBY.

Ketua Umum Partai Demokrat itu juga menyayangkan ada usaha provokasi pada beberapa elemen mahasiswa untuk menangkapnya.

” Tempo hari yg saya dengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi & agitasi thd mahasiswa utk ” Tangkap SBY “. *SBY*, ” kata SBY.

Protes ke Jokowi

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY kembali mencurahkan perasaannya di Twitter. Ia mengeluhkan ada demonstrasi di tempat tinggalnya, lokasi Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam satu diantara kicauannya, SBY melemparkan pertanyaan untuk Presiden Jokowi serta Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

” Saya ajukan pertanyaan kpd Ayah Presiden & Kapolri, apakah saya tak mempunyai hak utk tinggal di negeri sendiri, dgn hak asasi yg saya punyai? *SBY*, ” catat SBY dalam account Twitter-nya, @SBYudhoyono.

Sebagai warga negara, SBY mengakui menginginkan memohon keadilan. ” Saya cuma memohon keadilan. Masalah keselamatan jiwa saya, seutuhnya saya serahkan kpd Allah Swt. *SBY*, ” catat SBY.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan membetulkan ada demonstrasi dirumah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Unjuk rasa berlangsung di tempat tinggal SBY di lokasi Kuningan, Jakarta Selatan.

” Benar, namun saat ini keadaan normal, telah dibubarkan paksa, ” tutur Iwan waktu di konfirmasi, Jakarta.

Iwan menjelaskan, ada sekitaran 300 orang yang berunjuk rasa dirumah Ketua Umum Partai Demokrat itu. Tetapi pihaknya tidak tahu dengan cara tentu apa tuntutan beberapa demonstran itu pada SBY.

Polisi mengakui tak mengantongi surat pemberitahuan tindakan dari grup massa. Sekarang ini, polisi tengah mencari siapa dalang dibalik pengerahan massa dirumah SBY itu.

” Saya tidak tahu mereka, pokoknya tidak bisa demo di tempat tinggal. Saat ini kami selidiki siapa itu serta siapa dibalik massa itu, ” tandas Iwan.

Menko Polhukam Wiranto telah malas memberi komentar beragam kicauan SBY di account Twitter pribadinya itu.

” Haduh, telah tiga hari itu selalu. Ya umum bolak-balik mencuit kan, ” tutur Wiranto di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Wiranto pilih selalu jalan dari Kantor Presiden menuju pagar Istana. Waktu diterangkan cuitan paling baru SBY masalah massa yang menggeruduk tempat tinggalnya, Wiranto merekomendasikan SBY menghubungi polisi.

” Lapor polisi saja. Polisi yang tanganin. Polisi saja. Pengamanan-pengamanan itu kan polisi, ” sahut dia.

Wiranto meyakinkan pengamanan Paspampres masihlah menempel pada diri Ketua Umum Partai Demokrat itu. Karenanya, tambah baik selekasnya lapor polisi.

” Groupnya ada, orangnya ada. Terkadang beberapa hal yang kondisional diatasi. Gitu saja kan. Semua kan dapat jalan sesuai sama rel, ya. Penyimpangan diatasi, ada kelalian dikerjakan, gitu saja, ” pungkas Wiranto.

Reaksi Demokrat hingga Istana

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengunggah pernyataan lewat account Twitter tentang keadaan tempat tinggalnya di Kuningan, Jakarta Selatan yang dihampiri massa. Hal semacam ini memetik reaksi dari beberapa pihak, satu diantaranya dari Partai Demokrat.

Juru Bicara DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik mengira ada aktor politik yang berniat memakai beberapa mahasiswa untuk menggeruduk tempat tinggal Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di lokasi Kuningan, Jakarta Selatan.

Karenanya, pihaknya mengecam semua jenis aksi politik yang terkait dengan tindakan itu.

” Jadi hati-hati ada kemampuan politik spesifik yang masihlah mesti kita mencari, yang merekayasa adik-adik mahasiswa tadi untuk ikut serta dalam satu konspirasi politik spesifik. Itu mesti dihindari, ” papar Rachland di sekitaran tempat tinggal SBY, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurutnya, ada pihak lain yang coba memakai rombongan mahasiswa paduan yang terlebih dulu ikuti acara Jambore di Cibubur, Jakarta Timur, untuk lakukan demonstrasi di depan tempat tinggal Presiden ke-6 RI itu.

” Sekali lagi tadi saya ajukan pertanyaan, tahu, serta memperoleh info dari rekan-rekan yang di lapangan, kalau beberapa besar mahasiswa tadi malah tidak paham demonya dibawa kesini, ” terang dia.

Rachland mengemukakan, memanglah pada intinya tindakan unjuk rasa adalah hak demokrasi yang dipunyai oleh tiap-tiap warga negara. Cuma saja, mesti sesuai sama ketentuan serta undang-undang yang berlaku.

” Butuh diingatkan kalau tak bisa oleh undang-undang, dilarang (unjuk rasa) dikerjakan di depan tempat tinggal seorang, terlebih yang dilindungi negara, ” tutur Rachland.

Dia menyampaikan pihaknya tidak ingin tergesa-gesa menyimpulkan akar persoalan itu. Rachland menyerahkan pengusutan momen penggerudukan tempat tinggal SBY itu seutuhnya pada kepolisian.

” Saya tidak tahu (berkaitan Pilkada). Itu yang perlu dijawab oleh aparat hukum, ” Rachland menandaskan.

Disamping itu, sebagian pihak menilainya, massa itu dikerahkan pihak Istana.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki menyanggah tudingan itu. Dia menyatakan, pihak Istana tak mengerahkan massa ke tempat tinggal SBY.

” Tidak ada, ” tutur Teten di Istana Kepresidenan, Jakarta.

SBY lewat cuitan di Twitter menyebutkan ada provokasi pada mahasiswa di Kompleks Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, untuk bikin gerakan ‘Tangkap SBY’. Tudingan ini dapat dibantah Teten.

Teten menerangkan, dianya ada dalam dialog berbarengan mahasiswa itu. Dihadapan 2. 500 mahasiswa yang ada, dianya mengemukakan capaian pemerintah sepanjang dua th. terakhir. Tak ada gerakan yang mendorong tindakan spesial pada SBY.

Sepanjang diskusi, lanjut dia, memanglah terdapat banyak pertanyaan masalah dana desa, pemberantasan korupsi, NKRI, serta keberagaman yang saat ini mulai di rasa demikian mencemaskan.

Teten jadi memberi tantangan pada beberapa mahasiswa, untuk selalu bertindak dalam pembangunan, baik pengawasan dana desa atau mungkin dengan beragam inovasi yang di ciptakan.

” Tak ada provokasi-provokasi. Itu kan terbuka, pertemuan mahasiswanya seribu lebih. Siapa yang berani memprovokasi di depan umum segede gitu? Kan pidana, ” Teten menyatakan berkaitan curhatan SBY.

Salam Admin By Vijay Semoaga Berita Ini Bermanfaat.

Related posts