Demi Memenangkan Agus Di Pilkada, SBY Dinilai Panaskan Situasi

demi-memenangkan-agus-di-pilkada-sby-dinilai-panaskan-situasi

Berita Aktual, Berita Nasional Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dinilai memanaskan kondisi yang berlangsung di bangsa ini. SBY memakai masalah pada Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dengan Basuki Tjahaja Purnama dengan kata lain Ahok serta tim pengacaranya.

” SBY ini memanaskan kondisi lantaran coba turut dalam perbincangan tehnis hukum (persidangan Ahok), lalu menarik masalah tehnis hukum kedalam lokasi politik serta menuntut penyelesaian dengan cara politik lewat hasratnya untuk berjumpa segera dengan Presiden Jokowi (Joko Widodo) untuk bicara blak-blakan, ” tutur Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus, di Jakarta,

Walau sebenarnya, kata Petrus Ahok telah mohon maaf pada KH Ma’ruf Amin serta semua warga NU serta Rais ‘Aam PBNU itu juga terima keinginan maaf Ahok. Dia lalu memohon warga NU tenang serta tak terprovokasi. Menurut Petrus, umum pantas mengapresiasi sikap ke-2 tokoh ini kerena lebih memprioritaskan kebutuhan umum.

” Dengan cara norma harusnya SBY terlebih dulu bicara dari hati ke hati dengan KH Ma’ruf Amin untuk mendinginkan kondisi. Tetapi yang berlangsung malah SBY cobalah memakai momentum ini dengan mendramatisasi kondisi yang tengah panas, seolah-olah dirinyalah sebagai korban kejahatan yang dikerjakan oleh negara lewat penyadapan, ” tutur dia.

SBY, kata Petrus, tak jujur serta ikhlas dalam menyikapi masalah ini hingga diarahkan pada penyadapan serta fitnah pada dianya. Lalu menyarankan penyelesaiannya lewat pertemuan segera dengan Presiden Jokowi supaya SBY dapat buka dengan cara blak-blakan.

” Bila saja ada kehendak untuk buka dengan cara blak-blakan dihadapan Presiden, kenapa SBY malah mengumbar semuanya info serta kemauan itu di umum lewat konferensi pers berulang-kali? Tidakkah itu sama dengan telah di buka blak-blakan serta di ketahui umum? ” ungkap dia.

Menurut Petrus, SBY telah jadi warga negara umum, jadi langkah pas yang perlu dikerjakan yaitu mendatangi kepolisian serta laporkan momen yang disangka sebagai tindak pidana itu pada pihak Kepolisian.

Diluar itu, kata dia, SBY juga semestinya berjiwa besar memohon pada jaksa penuntut umum perkara Ahok supaya diberikan peluang untuk mengklarifikasi kebenaran kontak dia dengan KH Ma’ruf Amin pada 7 Oktober 2016.

” Berikut sikap yang semestinya dikerjakan oleh SBY, bukanlah mengadakan konferensi pers yang menyebabkan bisa memanaskan kondisi. Terlebih SBY membetulkan ada telephone itu,, ” ungkap dia.

Selanjutnya, Petrus memohon Presiden Jokowi tak mengakomodasi keinginan SBY untuk berjumpa dengan agenda cuma ingin mengadu masalah ada penyadapan, masalah tuduhan sebagai penyandang dana tindakan damai 411 serta 212. Pasalnya, Istana serta Presiden Jokowi tidaklah instansi yang menyimpan pengaduan warga orang-orang dalam tiap-tiap momen yang disangka sebagai tindak pidana.

” Istana tidaklah tempat warga orang-orang menuntut penyelesaian beberapa masalah pidana serta perdata. Bila Istana mengakomodasi kemauan SBY berjumpa Presiden Jokowi cuma mengadu serta memohon perlindungan hukum, jadi Istana serta Presiden Jokowi bisa dituduh sudah berlaku diskriminatif, ” pungkas dia.

Salam Admin By Vijay Semoaga Berita Ini Bermanfaat.

Related posts