Direktorat Polda Metro Jaya Tegaskan Aturan Sistem Tilang Elektronik Menggunakan CCTV di Jakarta November Mendatang

Direktorat Polda Metro Jaya Tegaskan Aturan Sistem Tilang Elektronik Menggunakan CCTV di Jakarta November Mendatang

Berita Aktual, Berita Otomotif – Pihak Direktorat Polda Metro Jaya untuk saat ini tengah mempersiapkan sistem tilang elektronik. Adapun sistem tilang ini adalah dengan menggunakan kamera closed circuit television (CCTV) atau e-tilang CCTV sehingga nantinya, kamera tersebut akan digunakan dalam mengawasi serta mengambil gambar sebagai salah satu bukti pengendara ketika melakukan pelanggaran.

Menurut pihak Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya yakni Kombes Halim Pagarra, adapun rencana dimulainya uji coba tersebut adalah bulan Depan tepatnya November 2017. Namun, untuk tanggal dan hari pastinya masih belum dapat disebutkan secara pasti.

“Pastinya saya harapkan, November ini akan kita uji coba tapi masih berbentuk berupa teguran. Sekarang saya baru memnulis surat ke Kejaksaan Tinggi dan disuruh buat, selain itu kemarin sudah pakai lisan ketemu wakil kejaksaan, baru nanti akan dituliskan,” papar Halim, seperti yang dilangsir dari laman resmi NTMC Polri, ditulis pada Jumat (26/10/2017).

Selain itu menurut Halim, pihaknya kini telah melakukan sosialisasi atas penerapan dari sistem tilang elektronik tersebut.

“Udah lama juga ya, sampai sekarang kami masih terus saja mensosialisasikan dan kemudian juga pernah saya sampaikan ke beberapa media bahwa akan dilakukan penegakan hukum melalui tilang yudisial dan juga non yudisial. Jadi nantinya memang ada yang berbentuk tilang dan kemudian ada juga yang berbentuk teguran,” paparnya.

Namun, terkait akan hal tesebut yang saat ini bisa dilakukan adalah hanya menerapkan sistem tilang elektronik secara manual, yang dalam artinya dengan beberapa CCTV milik Dinas Perhubungan (Dishub) yang sudah bisa melakukan zooming serta capture gambar. Nantinya, pelanggar akan dilakukan tilang oleh pihak petugas di lapangan dengan membawa bukti foto pelanggaran yang dilakukan oleh para pengendara.

“Sekarang yang bisa kita lakukan saat ini yang manual saja, jadi seandainya ada pelanggar terekam CCTV oleh pihak milik dishub karena sudah ada namanya bisa meng-capture, bisa merekam, bisa foto jarak dekat juga. Kemudian setelah nantinya difoto, maka untuk hasil foto tersebut akan kita jadikan alat bukti sewaktu di pengadilan,” tandasnya.

Menurut pihaknya kini sudah ada 14 CCTV milik Dishub dan juga empat kamera yang dilengkapi pengeras suara telah dipasang di beberapa sudut yang ada di jalanan Ibu Kota yang akan membantu dalam merekam serta mengambil foto dari para pengendara yang melanggar lalu lintas dijalanan.

“Yang milik dinas perhubungan kini ada 14 untuk dapat melakukan tilang secara manual yang dilengkapi pengeras suara itu ada empat,” pungkas Halim.

Adapun 14 CCTV yang memang telah disiapkan untuk mendukung tilang elektronik tersebar di PTZ (pan, tilt, & zoom) – Kebon Sirih Thamrin, PTZ – Patung Kuda, PTZ – Hotel Milenium, PTZ – Sunan Giri, PTZ – Harmoni, PTZ – TU Gas, PTZ – Blok Y1 – Jl. Panjang, PTZ Blok A13 – Jl. Panjang, PTZ Kedoya Pesing – Jl. Panjang, PTZ Sunrise Garden – Jl. Panjang, PTZ – Kedoya Green Garden – Jl Panjang, PTZ – Kedoya Duri – Jl. Panjang, PTZ – Lapangan Bola – Jl. Panjang dan PTZ – Pos Pengumben – Jl. Panjang.

Related posts