Dulu Melawan Ahok, Kini Haji Lulung Berseteru Dengan Djan Faridz

dulu-melawan-ahok-kini-haji-lulung-berseteru-dengan-djan-faridz

Berita Aktual, Berita NasionalAbraham Lunggana atau di kenal Haji Lulung memberi dukungannya pada pasangan calon Anies Baswedan – Sandiaga Uno di Pilkada DKI putaran ke-2. Langkah ini juga memperoleh tanggapan dari Ketua Umum PPP Djan Faridz, bosnya di partai politik.

Dalam Pilkada DKI, Djan serta partainya menyangga pasangan calon nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok – Djarot Saiful Hidayat. Support diberikan baik waktu putaran pertama ataupun babak ke-2 Pilkada DKI.

” Kami pecat (Lulung), tegas itu, ” kata Djan waktu jumpa pers di Kantor DPP PPP, Jalan Diponergoro, Jakarta Pusat.

Pemecatan dikerjakan berkaitan ada pelanggaran AD/ART partai yang dikerjakan Lulung. Pelanggaran itu dijelaskan berkaitan dengan sikap politik Lulung di Pilkada DKI.

” Benar sekali (pemecatan berkaitan support Lulung pada Anies-Sandiaga), ” kata bekas Menteri Perumahan Rakyat itu.

Sesungguhnya, kata Djan, Lulung telah diperingatkan atas sikap itu. Surat peringatan 1, 2, serta 3 telah dilayangka. Tetapi Lulung bergeming atas dukungannya pada Anies – Sandiaga. ” Puncaknya, dia mendeklarasikan support pasangan cagub lain yang tidak sama dari ketentuan DPP, yaitu dukung Ahok-Djarot, ” kata Djan.

Tetapi demikian, Djan menyebutkan bakal tetaplah melindungi silaturahim dengan Lulung. Ia berasumsi Lulung sebagai teman dekat yang telah dikenalnya mulai sejak beberapa puluh tahun

Djan menyampaikan, pihaknya tak tutup pintu bila nanti Lulung berkemauan kembali mecalonkan diri jadi kader PPP. ” Ya bisa saja (merapat lagi), buat saja lamaran baru. Namun bila saat ini statusnya telah dipecat, ” tegas dia.

Menyikapi ketentuan itu, Lulung mengakui telah mendengar berita pemecatan. Dia juga tidak kaget bakal dipecat, sebab telah lama memohon dipecat dari PPP Djan Faridz. Tetapi hasratnya itu ditangguhkan oleh sang ketua umum.

” Telah lama minta dipecat sama Djan Farid. Djan Faridz katakan telah janganlah deh kelak saja. Kelak nunggu saya ke yang lain, ” kata Lulung.

Hasratnya untuk hengkang dari partai itu karena ada ketidaksamaan sikap. Partai berlambang Kakbah itu dikira telah tak searah dengan dianya.

” Tahu kan saya tak dapat ikuti ketentuan partai serta saya katakan saya menghormati ketentuan partai itu. Bila saya tak menggerakkan ketentuan partai lantaran saya membela umat di Jakarta. Lantaran ada umat suaranya nyaris satu juta pilih PPP, ” ucap Lulung.

Perseteruan dengan Ahok

Support Lulung pada Anies – Sandi menunjukkan cerita lama pada Ahok waktu jadi gubernur DKI Jakarta. Dalam beberapa masalah, keduanya sering melemparkan kritikan tajam sampai menyebabkan pandangan perseteruan.

Sekurang-kurangnya ada beberapa hal yang memberi warna jalinan keduanya panas dingin. Seperti permasalahan pedagang kaki lima (PKL) di lokasi Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat itu, Ahok menyebutkan, ada mafia serta muatan politis dibalik bandelnya beberapa PKL sampai tidak ingin direlokasi.

Lulung yang waktu itu menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta serta dikenal juga sebagai tokoh Tanah Abang terasa terpojok atas pernyataan Ahok. Dia berang serta menekan Ahok memeriksakan kesehatan jiwanya.

” Ahok katakan, ada oknum DPRD bermain di Tanah Abang, saat ini saya katakan, saya jawab nih, Wakil Gubernur mesti di check kesehatan jiwanya. Lantaran sampai kini ngomongnya senantiasa asal-asalan, ” tutur Lulung 25 Juli 2013 lantas.

Tetapi Ahok dengan tegas menyanggah pernah menyebutkan nama Lulung dalam pernyataannya masalah pembeking PKL Tanah Abang. Untuk mencairkan situasi, Ahok juga menelepon Lulung. Keduanya lantas ikut serta dalam pembicaraan yang berbuntut pada tawaran untuk ngopi bareng dari bekas Bupati Belitung Timur itu.

Diluar itu, masalah banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, juga memantik konflik keduanya. Ahok waktu itu menyebutkan banjir bakal tetaplah menempa lokasi itu sepanjang warganya tidak direlokasi.

Pernyataan Ahok itu disikapi Lulung sebagai ungkapan pesemistis. Lulung lalu memohon bekas bupati Belitung Timur itu untuk mundur jabatannya.

Masalah masihlah berlanjut. Ahok menilainya Lulung cuma tengah mencari langkah untuk melengserkannya. ” Itu namanya mencarinya ajalah agar bagaimana langkah mecat Ahok gitu, ” cetus Ahok 4 Februari 2014 lantas.

Lulung juga masihlah menyikapi. Ia memohon Ahok tak geram atas kritikannya. Sebab, kritik itu diberikan berkaitan posisinya sebagai anggota DPRD yang disebut pengawas Pemprov DKI.

” Saya kan pengawas dia, jadi janganlah geram. Ahok mesti sabar dong, ” pinta Lulung 4 Februari 2014.

Salam Admin By Vijay Semoaga Berita Ini Bermanfaat.

Related posts