Fadli Zon Dan Fahri Hamzah Mulai Diseret KPK Dalam Persidangan Perkara Suap

fadli-zon-dan-fahri-hamzah-mulai-diseret-kpk-dalam-persidangan-perkara-suap

Berita Aktual, Berita Nasional – Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kementerian Keuangan yang saat ini jadi terdakwa suap masalah suap pajak, Handang Soekarno, di ketahui mengatasi masalah pajak beberapa harus pajak, baik korporasi ataupun pribadi.

Beberapa nama harus pajak pribadi yang diakukan Handang yaitu politisi serta artis.

Hal semacam itu tersingkap waktu Handang bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/3/2017). Handang jadi saksi untuk terdakwa Country Director PT EK Sempurna Ekspor Indonesia, R Rajamohanan Nair.

Dalam masalah sangkaan suap pegawai pajak ini, Mohan didakwa menyogok Handang sebesar Rp 6 miliar. Keduanya di tangkap dalam operasi tangkap tangan sesudah berlangsung penyerahan duit Rp 1, 9 miliar.

Awalannya, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tunjukkan tanda bukti berbentuk dokumen yang diketemukan dalam tas punya Handang. Dokumen itu berbentuk nota dinas yang diantar pada Handang tertanggal 4 November 2016.

Nota dinas yang sifatnya begitu selekasnya itu tentang pemberitahuan info tercatat tentang jumlah pajak yg tidak atau kurang bayar atau yg tidak semestinya dikembalikan.

Didalam isi nota dinas yang diteken Handang itu, diterangkan kalau surat itu untuk kebutuhan harus pajak atas nama Syahrini.

” Iya, itu Syahrini yang artis itu, ” tutur Handang pada jaksa KPK.

Kemudian, jaksa juga tunjukkan tanda bukti berbentuk dokumen serta pembicaraan lewat aplikasi WhatsApp pada Handang serta ajudan Dirjen Pajak, Andreas Setiawan.

Dalam tanda bukti itu, ada nama dua Wakil Ketua DPR, Fadli Zon serta Fahri Hamzah, dan pengacara Eggi Sudjana.

Menurut jaksa, beberapa nama itu disangka harus pajak yang masalah pajaknya diakukan Handang.

” Maksud jaksa tunjukkan itu, ada sangkaan harus pajak yang diakukan oleh Handang, lakukan tindak pidana perpajakan hingga dikerjakan investigasi bukti permulaan, ” kata jaksa KPK Moch Takdir Suhan.

Dalam surat dakwaan, suap yang didapatkan Mohan pada Handang disangka untuk merampungkan beberapa masalah pajak yang dihadapi PT EK Sempurna Ekspor Indonesia.

Sebagian salah satunya berkaitan tunggakan pajak PT EKP sebesar Rp 52, 3 miliar untuk saat pajak Desember 2014 serta Rp 26, 4 miliar untuk saat pajak Desember 2015.

Lalu, usulan bukti permulaan pada PT EK Sempurna Ekspor Indonesia lantaran disangka memakai faktur pajak fiktif.

Salam Admin By Vijay Semoaga Berita Ini Bermanfaat.

Related posts