Heboh! Guru Kesenian Tewas Meregang Nyawa Di Hajar Siswa Tidak Beretika

Heboh! Guru Kesenian Tewas Meregang Nyawa Di Hajar Siswa Tidak Beretika

Berita Aktual, Berita Entertaiment, Untuk menjadi seorang guru memang secara umumnya dibutuhkan pengorbanan yang besar. Selain rata-rata berprofesi mulia namun tidak ditampik bila para guru selalu mendapatkan gaji yang kecil, seorang guru ada yang bahkan harus rela mengorbankan hal lainnya yang dimilikinya demi memberikan yang terbaik kepada murid didik mereka.

Belum lagi harus bertemu dengan murid-murid yang sulit diatur, ataupun bandel. Seperti yang terjadi baru-baru ini tepatnya di Sampang, Madura. MH yang merupakan inisial nama seorang siswa SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura, diketahui menggunakan kekerasan fisik dengan menghajar gurunya hingga tewas.

Salah satu korban yang mengalami hal tersebut adalah sang guru kesenian yang bernama Ahmad Budi Cahyono, sang gur terpaksa harus meregang nyawa setelah mendapatkan pukulan yang kuat dari MH.

Awalnya dia sempat dirawat di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Namun yang sangat disayangkan nyawanya sama sekali tidak tertolong. Dari pihak kepala Dinas Pendidikan Jatim yakni Saiful Rachman mengatakan bahwa MH sudah memiliki track record perilaku yang buruk di lingkungan sekolahnya tersebut.

“Seperti yang diinformasikan sejak duduk di kelas 1 menurut para guru-guru yang mengajar, kepsek hingga guru BK, untuk nilai perilakunya sudah termasuk merah, dan bukan hanya itu saja juga sudah sering berulang kali dipanggil oleh BK dan disinilah letak peristiwa puncaknya,” ungkap Saiful Rachman, pada Jumat (02/02/2018).

Menurut keterangan yang dihimpun dari Saiful, penilaian perilaku tersebut juga sangat menentukan kelulusan dari MH. Walaupun sebenarnya MH sendiri masih diperbolehkan untuk mengikuti Ujian Nasional karena memang sudah terdaftar. Namun dari penuturan yang ada meskipun diperbolehkan penilaian prilaku dan nilai yang beradai dibawah B juga menjadi pertimbangan khusus seorang murid layak lulus atau tidak.

Tragedi yang merenggut guru kesenian honorer yang dibayar dengan gaji Rp 600 ribu tersebut kini telah pergi untuk selamanya, semuanya berduka hingga rekan satu profesi juga turut merasa kehilangan atas apa yang terjadi.

Related posts