Ini Dia Cara Kaisar China agar Hidup Abadi

ini-dia-cara-kaisar-china-agar-hidup-abadi

Berita Aktual, Berita Lifestyle Qin Shi Huang dari China yaitu pendiri Dinasti Qin, sekalian kaisar pertama Tiongkok yang menyatu.

Untuk menjadikan satu Tiongkok, ia mengalahkan enam kerajaan yang lain. Tidak terhitung berapakah nyawa yang dikorbankan untuk penuhi ambisinya itu.

Qin Shi Huang meninggalkan banyak warisan bersejarah yang masihlah lestari sampai sekarang ini, salah satunya Tembok Besar China — yang pembangunannya ia teruskan, juga mausoleum yang ‘dijaga’ pasukan tentara terakota.

Tetapi, dibalik reputasinya sebagai penakluk, ia miliki ketakutan paling besar : mati.

Tidak perduli berapapun banyak pasukan yang ditaklukkannya, ketakutan bakal kematian tetaplah menguntitnya.

Ia memerintahkan beberapa bawahannya mencari ‘ramuan keabadian’ atau dimaksud juga ‘obat panjang umur’ untuk dapat hidup kekal.

Berikut cara Kaisar Qin Shi Huang mencari keabadian :

* Ramuan Keabadian

Qin Shi Huang ketakutan bila rakyatnya memberontak. Ia juga memerintahkan semuanya buku histori, puisi, serta filsafat dihimpun serta dibakar. Beberapa orang berpandangan kalau ini yaitu langkahnya kuasai rakyat.

Qin Shi Huang memohon semuanya yang bijak di China pikirkan satu hal, yakni keabadian.

Ia memerintahkan sebagian pakar kimia untuk meningkatkan ramuan keabadian.

Saat dua pakar kimia mengakui tak dapat mengerjakannya, Qin Shi Huang geram. Ia juga memerintahkan supaya semuanya golongan intelektual menanggung derita, hingga ada 460 sarjana yang dikubur hidup-hidup lantaran tidak berhasil membuatnya jadi makhluk kekal.

Qin Shi Huang juga menyebutkan kalau beberapa orang itu mengakui sebagai tukang sihir, hingga mereka semestinya dapat menghidupkan diri kalau betul-betul mempunyai kemampuan gaib.

* Tumbal 6.000 Perawan

Sesudah beberapa cendekiawan tidak berhasil, Qin Shi Huang melancong ke pulau Zhifu, lantaran didengarnya ada seseorang pria yang mampu temukan rahasia kehidupan abadi.

Disana, ia berjumpa dengan tabib Xu Fu yang meyakinkan kalau hal semacam itu dapat dikerjakan serta menjanjikan ramuan keabadian tengah menanti untuk diketemukan di Pegunungan Penglai.

Itu bukanlah tempat sesungguhnya, namun tempat mitos untuk Delapan Mahluk Abadi serta ada satu jalan menuju pada beberapa dewa. Xu Fu menerangkan pada kaisar mengenai seseorang tabib berumur 1. 000 tahun bernama Anqi Sheng yang bakal sharing rahasia.

Qin Shi Huang terasa suka serta memberi Xu Fu satu armada kapal untuk digunakan berlayar mencari ramuan keabadian. Tidak lama, Xu Fu kembali serta mengakui sudah temukan pulau yang disebutnya penuh semak yang memberi hidup kekal pada kaisar. Namun ada tumbalnya.

Ia butuh membawa 6. 000 perawan untuk peroleh ramuan. Qin Shi Huang memercayainya serta memberi yang dibutuhkan.

Sepanjang 8 tahun lalu, Xu Fu menjauh dari Kaisar serta berlayar berbarengan beberapa perawan.

Qin Shi Huang menanti dengan sabar. Walaupun terdengar mistis, ada bukti kalau hal semacam itu mungkin saja benar. Di pulau Zhifu, Qin Shi Huang menorehkan tulisan ” Hingga di Fu serta mengukir batu. ” Ukiran tulisan itu masihlah ada sampai saat ini.

Apa pun, Xu Fu berlayar untuk serta tak pernah kembali. Diprediksikan Xu Fu mendarat di Jepang

* Manusia Setara Dewa

Qin Shi Huang meyakini kalau dia bakal jadi dewa kekal. Ia bahkan juga menyebutkan dianya sekian. Sesudah mempersatukan China, ia melepas gelar sebagai ” raja ” serta menggantinya jadi ” huangdi “, yang umumnya ditranslate sebagai ” kaisar ” meskipun ini berarti ” dewa “.

Mulai sejak waktu itu ia juga bikin ketentuan hingga tak ada orang lain yang memakai kata info orang pertama ” zhen “. Sesudah semuanya raja tunduk padanya, ia menyebutkan tak ada orang lain yang bisa menyebutkan diri mereka dengan sebutan yang memiliki kandungan hormat.

Mulai sejak waktu itu, tiap-tiap warga China mesti menyebutkan diri mereka ” wo ” yang ketika itu bermakna ” badan tidak bernilai. ” Sesudah Xu Fu menjanjikan hidup kekal, bahkan juga Qin Shi Huang sendiri juga berhenti memakai kata ” zhen “, namun ia disuruh dimaksud ” Manusia Sebenarnya “, satu gelar yang menyampaikan pada dunia kalau ia sudah jadi kekal.

* Taktik Kereta Kencana

Untuk jadi kekal, Qin Shi Huang mesti tetaplah hidup sampai Xu Fu kembali. Tak gampang, lantaran ada saja yang berupaya menghabisinya serta ia membuat banyak musuh saat menuju takhta kekaisaran.

Setiap waktu, ia hidup dalam takut bakal kematian. Hingga, saat melancong, ia mempunyai rombongan kencana tiruan yang nyatanya sukses juga menyelamatkan nyawanya.

Seseorang pria bernama Zhang Liang merencakan kematiannya. Ia yaitu seseorang yang mendambakan jadi penasehat raja Han hingga pada akhirnya Qin Shi Huang kuasai kerajaan Han serta turunkan derajatnya jadi bukanlah siapa-siapa. Zhang Liang menginginkan balas dendam.

Ia bersekongkol dengan orang terkuat China, Gan Ba, untuk lalu menyeret gada seberat 72, 5 kg ke puncak bukit serta menanti Qin Shi Huang lewat. Saat rombongan kencana lewat, Gan Ba menghantamkan gada raksasa itu ke kereta kencana hingga membunuh semuanya yang ada di dalamnya.

Namun, Qin Shi Huang tak ada di dalamnya. Ia ada belakang rombongan, dalam kencana tak berhias seolah punya rakyat jelata. Beberapa pengawalnya selekasnya melakukan tindakan, namun Gan Ba menghadang mereka sampai tewas supaya Zhang Liang dapat kabur.

* Terowongan 800 Meter

Di bebrapa tahun terakhirnya, Qin Shi Huang sekalipun tidak ingin ke luar istana. Bila tak menekan sekali, ia tidak ingin mengambil resiko mengambil langkah ke luar.

Ia jadi bangun system terowongan serta jalur bawah tanah di bentengnya supaya tak perlu ke luar di hawa terbuka.

Kompleks terowongan luas itu mempunyai panjang kian lebih 800 mtr., paling besar sedunia pada saat itu. Kompleks itu mempunyai istana besar dikelilingi 10 bangunan serta tersambung dengan jalur pejalan kaki.

Kompleks itu anggun serta indah. Ada satu diantara bangunan yang mempunyai jalur jalan mengambang melewati sungai serta didesain untuk sama dengan galaksi Bima Sakti tengah bercahaya di angkasa.

Salain takut ada pembunuh, Qin Shi Huang yakin kalau maut sedang menunggunya diluar.

Ia berada didalam benteng-benteng serta terowongan-terowongan supaya tak diliat oleh roh-roh kegelapan yang tengah mencarinya.

* Meteor Berisi Ramalan Kematian

Satu tahun sebelumnya kaisar meninggal dunia, satu meteor jatuh ke Bumi. Memanglah tak dapat demikian saja dilihat sebagai tandanya jelek, namun itu bukan hanya batu umum, lantaran ada tulisan, ” Agustus pertama Kaisar bakal mati serta negerinya tercabik-cabik. “

Sang Kaisar yakin takhayul, namun ia memiliki pendapat kalau pesan itu tak dituliskan oleh beberapa dewa.

Ia meyakini ada orang yang mengukirkan tulisan sesudah batu itu mendarat serta ia penasaran menginginkan tahu pelakunya.

Ia menuntut supaya orang yang bertanggungjawab mengakui atau semuanya bakal terserang ganjarannya. Saat tak ada yang mengakui, ia memerintahkan penangkapan kebanyakan orang yang tinggal di sekitaran tempat jatuhnya meteor supaya dijebloskan dalam penjara serta dihukum mati.

Ia serta pasukannya bahkan juga sukses memperoleh meteor itu serta memusnahkannya dalam api. Namun, masihlah ada yang mengganjal dalam dianya.

Menurut beberapa laporan, sesudah memerintahkan pembunuhan besar-besaran itu, ia memanggil beberapa pemusik serta memohon mereka memainkan lagu-lagu mengenai keabadian.

* Membunuh Monster Laut

Sesudah pendaratan meteor, Qin Shi Huang jadi tak sabar. Ia sekali lagi berlayar ke pulau Zhifu untuk mencari Xu Fu, pakar sihir yang menjanjikan ramuan kekekalan padanya. Xu Fu meyakinkannya kalau ia sudah temukan Pegunungan Penglai, namun jalurnya saat ini sudah dihadang oleh satu monster laut serta tak ada jalan lain.

Kesempatan ini, Qin Shi Huang tidak ingin menunggu-nunggu. Ia memanggil tim pemanah, tuturnya pada Xu Fu, serta membunuh monster laut itu. Kesempatan ini, Xu Fu tak diakui lagi pergi sendirian. Kaisar memohonnya turut berbarengan rombongan.

Qin Shi Huang serta tim pemanahnya berlayar serta temukan ikan besar yang disangka sebagai monster laut. Saat ini, temuan mereka disangka seekor paus.

Beberapa pemanah menembaki sampai membunuh mahluk itu. Seusainya, Qin Shi Huang kembali pada pulau Zhifu serta menorehkan pesan yang masihlah ada sampai saat ini, ” Mendatangi Fu, berjumpa batu raksasa, serta menembak seekor ikan. “

Xu Fu tak dapat berkelit lagi. Ia mesti memperoleh ramuan keabadian itu, sekian perintah Qin Shi Huang, serta pulang secepat-cepatnya atau memikul akibat-akibatnya.

Xu Fu memberikan keyakinan kaisara kalau ia bakal mengerjakannya. Mereka menyatukan 6. 000 perawan baginya untuk dibawa ke kapalnya, lantas pergi berlayar serta tak pernah kembali pada. Lantaran mustahil menunjukkan ucapannya sendiri, Xu Fu kabur ke Jepang serta bersembunyi selama sisa hidupya.

* Meracuni Diri Sendiri

Xu Fu tak pernah kirim ramuan keabadian yang disuruh, namun Qin Shi Huang tak menyerah.

Ia memohon semuanya pakar kimia yang ditugaskan supaya bikin obat apa pun agar ia sehat serta hidup, bahkan juga ia meminum apa pun yang diperintahkan oleh pakar kimianya, termasuk juga sebotol penuh merkuri.

Qin Shi Huang tengah berkeliling kerajaannya saat pada akhirnya merkuri itu menewaskannya. Ia membawa satu wadah kecil zat itu bersamanya, yang oleh beberapa tabib kerajaan dikatakan sebagai ” obat keabadian. “

Namun, zat itu jadi memperpendek usianya hingga wafat dunia pada umur cuma 49 tahun. Waktu itu, Qin Shi Huang tengah dua bln. perjalanan dari tempat tinggal. Beberapa penasehatnya takut memikirkan apa yang berlangsung bila rakyat tahu ia telah wafat.

Li Si, seseorang penasehat, bersikeras sembunyikan kematian kaisar. Sepanjang sebagian bln. lalu, ia berpura-pura seolah-olah Qin Shi Huang masihlah hidup serta keluarkan perintah-perintah seolah-olah datang dari kaisar Qin Shi Huan.

Disamping itu, jasad Qin Shi Huang dibawa ke tempat tinggal, ditutupi dengan ikan-ikan yang membusuk supaya sembunyikan bau mayatnya yang tengah meluruh.

* Menyiapkan Kerajaan Alam Baka

Bila Qin Shia Huang tak umum kekal, ia tak sudi jadi golongan jelata di neraka. Ia berkemauan supaya jadi penguasa bahkan juga di alam baka serta menyiapkan diri karenanya.

Bahkan juga, sebelumnya jadi kaisar juga ia telah menyiapkan makamnya. Saat ia meninggal dunia, sekitaran 700 ribu budak sangat terpaksa mengerjakannya.

Makamnya mengagumkan lantaran ada tiruan-tiruan istana-istana serta menara-menara, aliran sungai merkuri, serta langit-langit penuh dengan perhiasan untuk mengikuti langit malam hari.

Serta ada beberapa Ksatria Tanah Simak. Qin Shi Huang memiliki pendapat kalau, saat ia mati, enam negara yang sudah dikalahkannya bakal memberontak melawan di alam baka. Dengan hal tersebut, dibuatlah tiruan pasukannya terbuat dari tanah liat supaya tak ada orang masuk serta mengganggu tempat peristirahatan sang kaisar.

Makam itu dikubur serta ditumbuhi dengan semak serta pohon-pohon supaya tak ada orang yang menemukannya. Serta, untuk meyakinkan akan tidak ada orang yang menemukannya, beberapa pekerja dipaksa mengurung diri sampai mati berbarengan dengan kaisar dalam makamnya.

* Tidak Menunjuk Penerus

Qin Shi Huang tak merencakan bakal mati. Ia bahkan juga tidaklah sampai terpikir bakal mati, hingga tak pernah menuliskan wasiat.

Sang kaisar meyakini kalau ia bakal hidup selama-lamanya, hingga tak terasa butuh bersiap-siap.

Tanpa ada wasiat, tak terang siapa yang bakal melanjutkan tahtanya, serta negeri itu juga terperosok dalam kekacauan. Putra tertuanya yang bernama Fusu jadi pilihan yang pasti, namun Li Si, penasehat Qin Shi Huang, tak memercayainya.

Untuk mendepak Fusu, Li Si memalsukan perintah hingga menyebutkan kalau Huhai, putra ke dua, jadi kaisar baru. Ia lalu memalsukan satu surat perintah lagi yang memerintahkan supaya Fusu bunuh diri.

Beberapa putra kekaisaran menuruti perintah yang disangka datang dari bapak mereka hingga Huhai jadi kaisar ke dua di China. Takhtanya tak berjalan lama, lantaran Li Si serta sekutunya lalu sama-sama berkelahi.

Satu diantaranya menangkap Li Si serta membunuhnya lewat cara kematian yang keji. Hidung, dua tangan, dua kaki, serta kelaminnya dipotong sampai terlepas satu untuk satu, sebelumnya badannya dibagi dua pas di pinggang.

Lalu, tiap-tiap anggota keluarga besarnya sampai generasi ke tiga dibunuh. Tanpa ada Li Si, Huhai tak dapat menghindar pemberontakan rakyatnya serta ia dilengserkan.

Semasa hidup, Qin Shi Huang memikirkan kekuasaan dinasti sampai 10 ribu generasi. Namun, sesudah ia mati, kekuasaan dinastinya tidaklah sampai 3 tahun.

Salam Admin By Vijay Semoaga Berita Ini Bermanfaat.

Related posts