MAKI ” Saya Yakin Setya Novanto Terlibat Korupsi E-KTP “

maki-saya-yakin-setya-novanto-terlibat-korupsi-e-ktp

Berita Aktual, Berita Nasional Koordinator Orang-orang Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman menengarai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Setya Novanto ikut serta dalam sangkaan suap pengadaan ktp berbasiskan elektronik dengan kata lain e-KTP.

Hal semacam itu nampak sesudah Boyamin berjumpa dengan Direktur Paling utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos di Singapura pada 2013.

Terkecuali berjumpa dengan Paulus Tannos, Boyamin juga berjumpa dengan pihak Kemendagri.

” Saya meyakini Setya Novanto ikut serta korupsi e-KTP dengan sebagian kenyataan, ” tutur Boyamin.

KPK pernah mengecek Paulus Tannos sebagai saksi untuk tersangka IR (Irman) pada November 2016.

Waktu itu info Paulus Tannos diperlukan oleh penyidik lantaran perusahaannya turut mengerjakan proyek sejumlah Rp 6 triliun itu.

Proyek e-KTP itu dikerjakan lima perusahaan yang tergabung dalam konsorsium : PT PNRI (pencetakan), LEN Industri (alih tehnologi, AFIS), Quadra Solution (hardware serta software), Sucofindo (tuntunan tehnis). Sandipala punya Paulus kebagian jumlah pencetakan.

Tersangka Irman yaitu bekas Direktur Jenderal Kependudukan serta Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Ia disangka menyalahgunakan wewenangnya sampai mengakibatkan negara rugi Rp 2 triliun waktu mengerjakan proyek itu.

Menurut Boyamin, Setya Novanto bertindak dalam pengaturan biaya e-KTP di APBN. Dia juga disangka mengatur pertemuan-pertemuan yang dikerjakan di DPR serta Hotel Sultan.

Boyamin juga mengira kalau Andi Agustinus dengan kata lain Andi Narogong yang terlebih dulu dijelaskan dalam surat dakwaan yang mengedar yaitu kaki tangan Setya Novanto.

Ia menyebutkan Setya Novanto lewat Andi Narogong mengatur tender proyek di E KTP di Kemendagri.

Boyamin menyampaikan Andi Narogong mengatur tender untuk membuahkan pemenang dengan harga yang digelembungkan.

Setya Novanto juga disangka turut nikmati keuntungan dari pengadaan peoyek e-KTP berbentuk sebagai pihak yang kuasai Chip e-KTP.

” Saya meyakini, jaksa penuntut umum KPK pastinya akan menyebutkan keterlibatan Setya Novanto dalam surat dakwaan yang bakal dibacakan besok, ” tegas Boyamin seraya menyebutkan, KPK sepatutnya mengambil keputusan Setya Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP sesudah pembacaan dakwaan.

” Saya meyakini dalam dakwaan yang dibacakan besok bakal begitu terang peran Setya Novanto, ” lebih Boyamin.

Menyangkut Irman serta Sugiarto, Boyamin menyampaikan, keduanya adalah anak buah yang sebatas menggerakkan perintah atasan. Keduanya punya potensi didepak dari pekerjaan apabila tak menuruti titah atasan.

” Bila cuma bergelut dua orang ini jadi KPK tak lolos uji nyali yang dicetuskan Ketua MPR, ” katanya.

Irman serta Sugiarto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999, seperti dirubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Ketua DPR RI Setya Novanto kembali menyatakan dianya tidak berkaitan perkara sangkaan korupsi pengadaan e-KTP. Ia menyebutkan mensupport supremasi hukum serta menginginkan supaya masalah korupsi e-KTP bisa diusut dengan cara selesai.

” Semoga saya tak pernah terima apapun dana dari (proyek) e-KTP.

Itu terang semua saya telah serahkan dalam penyidikan di KPK serta saya telah klarifikasi, ” tutur Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Sekian waktu lalu, nama beberapa anggota DPR dimaksud oleh bekas Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin sebagai pihak yang disangka tahu masalah korupsi e-KTP.

Nazaruddin menuding Novanto serta bekas Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, sebagai ingindali proyek e-KTP. Menyikapi tudingan Nazaruddin, Novanto menyebutkan kalau hal semacam itu tidak benar.

” Yang pasti pertemuan-pertemuan dengan Nazaruddin, ini saya tak pernah ada serta tak pernah mengulas e-KTP, ” papar Ketua Umum Partai Golkar itu.

Novanto memberikan, waktu proyek e-KTP itu jalan di DPR dia adalah Ketua Fraksi Partai Golkar yang cuma terima laporan-laporan. Sedang eksekusi dikerjakan oleh komisi berkaitan, yakni Komisi II.

” Satu bulan sekali pleno permasalahan biaya, semua mekanismenya ada di panitia biaya yang ada di Banggar serta komisi berkaitan, Komisi II.

Jadi sebagai pimpinan fraksi tak ada sebagian masalah tentang permasalahan biaya, ” kata dia.

Berkaitan beberapa nama yang mengedar serta disangka ikut serta masalah e-KTP, Novanto menjelaskan dianya menanti sistem hukum di pengadilan.

” Semuanya saya serahkan kelak dalam sidang semasing dapat menerangkan. Kita tunggulah saja persidangan kelak, ” ucap Novanto.

Tersangka masalah sangkaan korupsi dalam pengadaan paket aplikasi KTP berbasiskan NIK tahun 2011-2012 punya potensi jadi tambah. Ini lantaran lihat nilai nominal potensi kerugian negara yang meraih Rp 2, 3 triliun.

Selama ini baru ada dua tersangka dalam masalah itu. Mereka yakni, bekas Direktur Pengelola Info Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan serta Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sugiharto serta bekas Direktur Jenderal Kependudukan serta Pencatatan Sipil Kemendagri, Irman.

Koordinator Divisi Hukum serta Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama S Langkun, menyampaikan dalam pengadaan paket peenerapan e-KTP itu tidak cuma Sugiharto serta Irman saja yang ikut serta.

Ada juga pelaksana tehnis serta kuasa pemakai biaya untuk proyek. Belum lagi menteri yang tahu proyek itu. Diluar itu, kata dia, tidak cuma dari pihak Kemendagri, namun dari pihak swasta serta legislatif.

” Bila itu perspektif Rp 2, 3 triliun. Ini besar. Tak adil bila cuma dua orang bertanggungjawab, ” papar Tama S Langkun.

Karenanya, dibutuhkan keberanian dari majelis hakim dalam mengatasi masalah ini. Hingga diinginkan terwujud kepastian hukum untuk orang-orang banyak yang sudah jadi korban dari masalah e-KTP itu.

” Kami berharap majelis memberi (putusan) seadil-adilnya pada perkara yang nilai meraih triliun serta menelan banyak korban. Bila ini dapat dibuktikan, sanksi optimal, ” imbuhnya.

Salam Admin By Vijay Semoaga Berita Ini Bermanfaat.

Related posts