Melanggar UU ITE, Sudah Siapkah Hary Tanoe Menerima Ancaman Hukuman 4 Tahun Penjara?

Melanggar UU ITE, Sudah Siapkah Hary Tanoe Menerima Ancaman Hukuman 4 Tahun Penjara?

Berita Aktual, Berita Nasional – Kini penyangkalan dari Hary Tanoe tampaknya harus terhenti, pasalnya kini pihak penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran telah menerbitkan yang namanya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perihal kasus dugaan atas ancaman melalui pesan elektronik yang telah dilaporkan oleh Yulianto yang merupakan Kepala Subdirektorat Penyidik di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus.

Awalnya Hary menolak bila ada pencemaran baik terhadap dirinya dengan menetapkan dirinya sebagai tersangka, karena posisinya kala itu hanya sebagai pelapor. Bukan hanya itu saja Hary juga menolak bila dirinya telah melakukan sejumlah pengancaman berupa SMS kaleng kepada Yulianto. Menurut Hary SMS yang dikirimkan hanya berupa penegasan bila dirinya ingin menyakinkan apa yang telah dia geluti di dunia politik adalah untuk semata-mata membuat Indonesia lebih baik dari saat sekarang ini.

Bos MNC Group tersebut kini harus menerima bahwa dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Yulianto menilai pesan yang dikirimkan oleh Hary adalah pesan yang bernada ancaman dan hal tersebut dikirimkan beberapa kali setelah tidak adanya gubrisan oleh Yulianto.

Kasus dari Hary Tanoe kini telah diteruskan kepada pihak penyidik Bareskrim Polri. Berdasarkan kondisi saat ini polisi telah menjerat Hary Tanoe dengan Pasal 29 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“(Disangkakan dengan) Pasal 29 UU Nomor 11/2008 perihal ITE jo pasal 45B UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan UU ITE Nomor 11/2008,” ungkap Direktur Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran saat dikonfirmasi, pada Jumat (23/06/2017).

Pasal 45B yang dimaksud oleh Brigjen Fadil adalah setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara personal yang mana telah dimasukan dalam Pasal 29 yakni pidana dengan tuntutan penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak sebesar Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).”

Menanggapi hal tersebut tim kuasa dari Hari Tanoe kini mempertanyakan tentang status perkara tersebut lantara Hary Tanoe yang awalnya sebagai pihak terlapor masih belum menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). Namun pengacara Hary, Adi Dharma Wicaksono menyebutkan bila sejauh ini didalam SMS yang dikirimkan tersebut tidak terlihat adanya satu kalimat ancaman.

Related posts