Membuka Tabir Antasari Azhar

membuka-tabir-antasari-azhar

Berita Aktual, Berita Nasional – Selesai memperoleh kebebasannya, Bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar yang pernah terlilit masalah pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen segera memperjuangkan pembersihan nama sebaiknya.

Walau sudah melakukan hukuman penuh 18 tahun penjara dengan perincian 7, 5 tahun. penjara ditambah 4, 5 tahun remisi, serta 6 tahun grasi dari Presiden, Antasari tetaplah kukuh menyebutkan dianya tak bersalah atas masalah pembunuhan itu.

Waktu masihlah melakukan hukuman, Antasari lewat kuasa hukumnya telah lakukan beragam sistem hukum dari banding, kasasi sampai peninjauan kembali (PK) untuk menyatakan kalau dianya bersih dari masalah itu, namun usaha itu tidak dapat menarik dianya dari jerat hukum.

Saat ini, Antasari sudah bebas. Peninjauan kembali untuk ke dua kalinya sudah disediakan Antasari berbarengan kuasa hukum. Antasari mulai membuat ‘strategi’.

Pengacara Antasari, Boyamin Saiman menyampaikan PK ini berniat dikerjakan untuk menunjukkan clientnya tak bersalah dalam masalah pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran itu.

” Kami tetaplah bakal mengusahakan bebas murni dengan cara hukum berbentuk ajukan PK ke-2 kelak. Namun itu dikerjakan sesudah membongkar SMS, peluru, pakaian korban komplit semuanya baru kesana. Itu dalam rencana bersihkan namanya kalau anak cucu kelak tahu kalau kakeknya serta buyutnya bukanlah orang yang bersalah, ” kata Boyamin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, minggu lantas.

Boyamin memberikan, sebelumnya PK diserahkan pihaknya bakal memohon pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk menindaklanjuti dua laporan. Yang pertama, laporan mengenai penyalahgunaan tehnologi info berbentuk pesan singkat/SMS. Lalu laporan mengenai sumpah palsu oleh saksi yang mengakui lihat SMS itu.

” Itu dilaporkan sesudah vonis bersalah, sekitaran tahun 2011, ” ucap Boyamin.

Dukungan Presiden Jokowi

Kemauan Antasari untuk bersihkan namanya atas masalah yang disadari Antasari tak pernah dikerjakan didukung dari banyak pihak. Tak kecuali dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Demikian dianya memperoleh hadiah grasi dari Jokowi, Antasari juga segera menyambangi orang nomer satu di Indonesia itu. Walau ‘merahasiakan’ hasil pertemuan empat mata itu, namun tanda support Presiden merasa kuat.

Presiden Jokowi memanggil Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan. Panggilan mendadak ini berdekatan dengan jadwal pertemuan Jokowi dengan bekas ketua KPK Antasari Azhar. Disangka pemanggilan ini berkaitan lanjutan laporan Antasari di Polda Metro Jaya.

Waktu menuju Istana, Iriawan terlihat membawa sebundel dokumen. Sang ajudan juga terlihat menolong membawa dokumen itu. Saat di tanya lanjutan masalah Antasari, Iriawan belum tahu perubahan masalah itu. Dia masihlah mesti lihat data paling baru yang ada di penyidik.

” Kelak saya cek dahulu. Saya telah lama tidak up-date data itu. Kelak saya bertanya dahulu ya, bagaimana kasusnya juga ke penyidik, ” kata Iriawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 26 Januari 2017.

Bukan sekedar Presiden, Wakil Presiden Juiceuf Kalla (JK) juga ikut mempersilakan Antasari untuk lakukan peninjauan kembali pada kasusnya.

JK menilainya, sebagai warga negara pasti Antasari mempunyai hak yang sama untuk melaporkan satu masalah ke penegak hukum. Terutama warga itu mempunyai cukup bukti untuk memberikan keyakinan penegak hukum ada aksi kriminil dalam pelaporannya.

” Bila dia miliki bukti pasti sebagai warga negara dia memiliki hak ajukan kembali, ” kata JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat 27 Januari 2017.

Dia menyampaikan, berlanjut atau tidaknya satu masalah dapat diliat dari saat masalah itu jalan. Apabila belum kedaluwarsa, tiap-tiap masalah dapat dilanjutkan. ” Namun sepanjang ada bukti yang cukup mungkin, ” ucap JK.

Kapolri Janji Pelajari Lagi

Kapolri Jenderal Tito Karnavian meyakinkan pihaknya akan pelajari kembali masalah yang menjerat Antasari Azhar berkaitan pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen. Hal semacam ini menyusul dikabulkannya grasi Antasari Azhar oleh Presiden Jokowi.

” Yang pasti kami bakal pelajari masalah (Antasari Azhar) itu kembali, ” kata Tito di kompleks Perguruan Tinggi Pengetahuan Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Jumat, 27 Januari 2017.

Menurut Tito, hal semacam ini berniat dikerjakan manfaat buka kembali beberapa alat bukti dalam penyidikan masalah itu.

” Mungkin saja alat buktinya telah kuat atau tak terlebih yang menghadap pada pak Antasari, ” ucap Tito.

Bekas Kapolda Metro Jaya ini memberikan, pihaknya akan mengecek laporan yang di buat Antasari pada 2011 lantas mengenai penyalahgunaan tehnologi info berbentuk pesan singkat/SMS serta laporan mengenai sumpah palsu oleh saksi yang mengakui lihat SMS itu.

” Itu kelak kita bakal cek yang mana, mencari sms tak mudah. Terdapat banyak provider yg tidak mempunyai system seperti itu, ” lebih Tito.

Walau sekian, Tito mengakui sampai saat ini belum ada keinginan dari pihak Istana untuk buka kembali masalah yang menjerat bekas ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar itu.

” Belum ada ke saya, ” Tito memungkasi.

PDIP Siap Dampingi

Kehadiran Antasari Azhar di acara Debat Cagub DKI pada Jumat 27 Januari 2017 jadi sorotan. Terutama, bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu ada di dalam kubu calon nomer urut dua, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDIP.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengakui dianya pernah terlibat perbincangan cukup lama dengan Antasari pada saat itu. Berkaitan masalah Antasari yang kembali bakal diusut lagi, Hasto menyatakan PDI-P mantap ada di samping Antasari untuk mengikuti dianya mencari keadilan yang di rasa Antasari tidak ia peroleh dalam putusan hakim.

” Saya berikan waktu itu ke Pak Antasari kalau terkecuali PDI-P berdiri diatas pilar kehidupan bangsa, kami yakini nilai satyameva jayate artinya kebenaran pada akhirnya yang bakal menang. Lihat satyameva jayate itu Pak Antasari menyebutkan antusiasmenya. Dari pengalaman hidup, beliau alami hal semacam itu, ” pungkas Hasto.

Salam Admin By Vijay Semoaga Berita Ini Bermanfaat.

Related posts